Перейти к содержимому

PENAMPILAN KUNTAO - SENI BELA DIRI DARI KECAMATAN RATOLINDO PADA FESTIVAL BUDAYA BAKULUPI 2026

Gallery Tojo Una-Una

0:00 / 0:00

PENAMPILAN KUNTAO - SENI BELA DIRI DARI KECAMATAN RATOLINDO PADA FESTIVAL BUDAYA BAKULUPI 2026

22 просмотра · 1 день назад
Gallery Tojo Una-Una
11,1 тыс. подписчиков
22 просмотра · 1 день назад
Panampilan Kuntao - Seni Bela Diri dari Kecamatan Ratolindo Pada Pergelaran Festival Budaya Bakulupi Tojo Una-Una Tahun 2026, Bertempat di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Bailo Baru Kecamatan Ampana Kota Kabupaten Tojo Una-Una, 15/9/2026. Pembukaan Festival Budaya Bakulupi di buka secara resmi Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si yang ditandai dengan pemukulan gong dan Pembakaran Bambu Lupi Bersama Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu, SH, Ketua DPRD Gusnar A. Suleman, SE, Wakil Bupati Surya, S.Sos.,M.Si dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tojo Una-Una. Hadir pula Ketua dan Tim BPK Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, Sekretaris Daerah Kab. Tojo Una-Una, Kadis Pariwisata Kab. Tojo Una-Una dan para kepala perangkat daerah Kabupaten Tojo Una-Una, Pimpinan OPD Lingkup Kab.Tojo Una-Una, Pimpinan Perbankan, Pelaku Usaha, Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda serta Tamu undangan lainnya. FESTIVAL BUDAYA BAKULUPI TOJO UNA-UNA TAHUN 2026. Festival Budaya Bakulupi Tojo Una-Una adalah perayaan budaya tahunan resmi Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, Budaya Bakulupi lahir dari tradisi masyarakat setempat dan kini menjadi agenda unggulan pelestarian identitas Daerah Tojo Una-Una. Makna kata Bakulupi merupakan gabungan dari “Baku” (bersama/saling) dan “Lupi” (tradisi memasak nasi dalam bambu dibungkus daun yeki, simbol kerukunan dan rasa syukur leluhur). Filosofinya : "Rasa syukur, Kerja sama, Satu tujuan" saat memasak lupi dulu dilakukan bersama warga sebagai tanda syukur atas hasil panen dan hasil laut yang melimpah. Berbeda festival lain, Budaya Bakulupi menyatukan lima kelompok budaya besar : Suku Taa, Bare’e, Bobongko, Togean, dan komunitas Malei Atas, sebagai wujud nyata semboyan daerah “Sivia Patuju” atau beragam namun satu hati. Lebih dari Sekadar Makanan, Lupi adalah nasi/beras yang dimasak dalam ruas bambu, dibungkus daun yeki khas hutan setempat dengan aromanya khas, teksturnya lembut. Proses membuatnya tidak bisa sendirian: harus saling bantu mencari bambu, memetik daun, menumbuk beras, hingga membakarnya. Inilah inti kata “Baku” = saling/bersama. jadi bukan sekadar makanan, tapi simbol gotong royong yang tak tergantikan bagi masyarakat Tojo Una-Una. Awalnya bernama Posintuvu Raya Lupi atau Pesta Rakyat Malam Lupi, tradisi warga Kelurahan Bailo dan Bailo Baru yang dilakukan secara sederhana sebagai ungkapan syukur hasil panen dan laut. Tahun 2025 mulai digelar lebih luas, lalu tahun 2026 resmi ditetapkan Pemerintah Daerah Tojo Una-Una sebagai Festival Budaya Bakulupi dan masuk kalender Wisata Nasional Indonesia. Tujuan & Kegiatan Festival Budaya Bakulupi : 1. Melestarikan kearifan lokal dan memperkuat jati diri “Sivia Patuju” (tujuh suku bersatu). ​2. Mengangkat ekonomi lewat pameran 50 UMKM lokal: kuliner khas, kerajinan tangan, produk laut dan daratan. ​3. Menjadi ruang temu warga lintas wilayah serta mempromosikan pariwisata Tojo Una-Una ke luar daerah. Festival Budaya Bakulupi juga menjadi wadah pentas berbagai kesenian asli daerah Tojo Una-Una, mulai dari tarian kreasi tradisional, kuntau, pertunjukan musik khas Tojo Una-Una, tradisi lisan daerah hingga syair kayori yang diwariskan turun-temurun. Festival Budaya Bakulupi sebagai bukti nyata hidupnya seni warisan leluhur Tojo Una-Una di tengah generasi masa kini. GALLERY TOJO UNA-UNA (Media Komunikasi dan Informasi) #FestivalBudayaBakulupi #Bakulupi2026 #BakulupiTojoUnaUna #BudayaBakulupi #FestivalBakulupi #FestivalBudayaBakulupiBailoBaru #PembukaanFestivalBudayaBakulupi #Ampana #Bakulupi #BudayaBakulupiTojoUnaUna #TojoUnaUna #Kuntao #SeniBelaDiri #KecamatanRatolindo