DOA SANG PENJALA IKAN - Ketika Semua Sudah Diberikan, Tetapi Jalamu Tetap Kosong - Renungan Hari Ini
GWK Mission
0:00 / 0:00
DOA SANG PENJALA IKAN - Ketika Semua Sudah Diberikan, Tetapi Jalamu Tetap Kosong - Renungan Hari Ini
390 просмотров · 7 дней назад
GWK Mission
197 подписчиков
390 просмотров · 7 дней назад
Sahabat GWK, bayangkan seorang Anak Muda...Orang tuanya sudah memberikan hampir semuanya. Pendidikan terbaik. Pekerjaan terbaik. Modal usaha. Perusahaan. Koneksi. Bahkan bisnis yang sudah menghasilkan keuntungan. Tetapi beberapa tahun kemudian...
semuanya BERANTAKAN. MENGAPA? Mungkin masalahnya bukan pada apa yang belum diberikan orang tuanya...tetapi pada Siapa yang belum sungguh-sungguh ditemuinya.
PETRUS PUN PERNAH MENGALAMINYA.
Petrus bukan orang yang kurang pendidikan rohani. Selama bertahun-tahun gurunya adalah YESUS sendiri. Ia mendengar pengajaran-Nya. Melihat mukjizat-Nya. Bahkan menyaksikan orang mati dibangkitkan. Tetapi Petrus tetap jatuh. Ia menyangkal Yesus tiga kali. Dan setelah kegagalan itu Petrus berkata: “Aku pergi menangkap ikan.” (Yohanes 21:3) Petrus kembali kepada kehidupan yang dahulu sangat dikenalnya.
DUNIA PELARIAN.
Bukankah banyak anak muda melakukan hal serupa? Ketika kecewa...ketika gagal...ketika kehilangan identitas...manusia mencari tempat pelarian. Ada yang lari kepada pesta. Pergaulan yang merusak. Narkoba. Judi. Hubungan yang salah. Tetapi pelarian tidak selalu kelihatan jahat. Karier, bisnis, uang, popularitas dan ambisi pun dapat menjadi pelarian ketika semuanya menggantikan TUHAN.
MALAM YANG KOSONG.
Petrus adalah nelayan profesional. Ia mempunyai perahu. Ia mempunyai jala. Ia mempunyai pengalaman. Ia mempunyai teman-teman yang mampu bekerja bersamanya. Tetapi Alkitab mengatakan: “Malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.” (Yohanes 21:3).
Sahabat GWK, Inilah paradoks kehidupan. Kita dapat mempunyai semua instrumen untuk berhasil...tetapi tetap kehilangan arah.
PESAN UNTUK ORANG TUA.
Ayah dan Ibu...Anda boleh memberikan anak pendidikan terbaik. Berikan modal jika mampu. Ajarkan bisnis. Bukakan jaringan. Wariskan perusahaan. Tetapi ada satu hal yang tidak dapat diwariskan seperti rumah, tanah atau saham, yaitu: PERJUMPAAN PRIBADI DENGAN KRISTUS. Orang tua dapat memberikan perahu. Orang tua dapat memberikan jala. Tetapi anak harus belajar sendiri mengenali suara TUHAN.
SATU PERINTAH.
YESUS berkata: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu.” (Yohanes 21:6). Perahunya sama. Jalanya sama. Nelayan-nelayannya sama. Danau yang sama. Tetapi sekarang ada sesuatu yang berbeda: MEREKA MENAATI KRISTUS. Mereka menebarkan jala...dan tiba-tiba tidak mampu menariknya karena banyaknya ikan.
BUKAN IKANNYA.
Mari perhatikan. Setelah mendapatkan 153 ikan, YESUS tidak berkata: “Petrus, sekarang bangunlah perusahaan perikanan terbesar di Galilea.” YESUS bertanya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Kemudian Kata YESUS kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Jadi 153 ikan bukan tujuan akhirnya. PANGGILANLAH TUJUANNYA.
PESAN UNTUK GENERASI MUDA.
Anak Muda...mungkin orang tuamu sudah memberikan perahu. Mereka sudah menyediakan jala. Mungkin modalmu cukup. Pendidikanmu tinggi. Kesempatanmu besar. Tetapi jangan habiskan kehidupanmu mengejar ikan...sampai kehilangan Sang Pemberi ikan. Karena pertanyaan terbesar kehidupan bukan: “Berapa banyak yang berhasil kukumpulkan?” Melainkan: “Untuk apakah TUHAN memanggil hidupku?”
DOA SANG PENJALA IKAN.
Sahabat GWK, Mari kita berdoa: “TUHAN YESUS...kami datang membawa perahu kehidupan kami. Pendidikan kami. Pekerjaan kami. Bisnis kami. Talenta kami. Bahkan kegagalan dan masa lalu kami. Ampuni ketika kami menyia-nyiakan kesempatan yang Engkau berikan. Ampuni ketika kami mencari kebahagiaan jauh daripada-Mu. Jika malam kehidupan kami sedang gelap dan jala kami kosong...berdirilah di pantai kehidupan kami, TUHAN.
Biarlah kami kembali mendengar suara-Mu. Ajarkan kami menaati-Mu. Kami tidak hanya meminta 153 ikan. Kami tidak hanya meminta kekayaan dan keberhasilan. Kami meminta sesuatu yang jauh lebih besar, yaitu: PERJUMPAAN DENGAN-MU.
Jika Engkau memberikan keberhasilan, berikan karakter untuk menjaganya. Jika Engkau memberikan kekayaan, berikan hikmat untuk menggunakannya. Jika Engkau memberikan kekuasaan, berikan kerendahan hati untuk melayani. Dan ketika suatu hari jala kehidupan kami penuh...jangan biarkan kami berkata: “Ini karena kehebatanku.” Ajarkan kami menunjuk kepada-Mu dan berkata: “ITU TUHAN!”
Ya ROH KUDUS, tuntunlah kehidupan kami. Jangan biarkan jala kami penuh...tetapi jiwa kami kosong. Pakailah hidup kami bukan hanya untuk menjadi sukses, tetapi menjadi berarti bagi Kerajaan-Mu. Dan ketika Engkau bertanya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” biarlah kami menjawab: “Ya TUHAN. Engkau tahu bahwa aku mengasihi-Mu.” Dalam nama TUHAN YESUS KRISTUS kami berdoa. AMIN.
📱Subscribe, follow & share channel: GWK Mission:
• Youtube: / @gwkmission
• Tiktok: / gwk.mission
• Instagram: / gwkmission
#DoaSangPenjalaIkan #RenunganKristen #KisahPetrus #RenunganHarian #RenunganHariIni #YesusKristus #FirmanTuhan #RenunganAnakMuda #GenerasiMudaKristen #PemudaKristen #TuhanYesus #DoaKristen #PertumbuhanRohani #HidupDalamKristus #ImanKristen #GWKMission