Перейти к содержимому

Trump Ciut Hadapi Iran? Serangan Ditahan Jelang Pemilu, Pentagon Siapkan Gempuran Baru

Bangka Pos Official

0:00 / 0:00

Trump Ciut Hadapi Iran? Serangan Ditahan Jelang Pemilu, Pentagon Siapkan Gempuran Baru

1 396 просмотров · 16 ч назад
Bangka Pos Official
794 тыс. подписчиков
1 396 просмотров · 16 ч назад
BANGKAPOS.COM - Amerika Serikat kembali menyiapkan opsi serangan terhadap Iran meski gencatan senjata masih berlangsung. Langkah ini muncul saat perundingan damai belum mencapai kesepakatan dan konflik terancam kembali memanas. Pentagon dilaporkan mulai menyiapkan kemungkinan melanjutkan operasi militer terhadap Iran. Axios melaporkan pada Kamis (8/10), perintah persiapan serangan telah dikeluarkan beberapa hari sebelumnya. Namun, Presiden Donald Trump belum memutuskan apakah serangan baru akan benar-benar dilancarkan. Perintah tersebut juga tidak menetapkan tanggal pasti dimulainya operasi militer. Jika serangan kembali dilakukan, fasilitas nuklir, infrastruktur, dan sektor energi Iran berpotensi menjadi sasaran. Israel juga disebut berpeluang terlibat dalam pertempuran berikutnya. Seorang pejabat Gedung Putih mengklaim posisi AS kuat berkat kendali atas Selat Hormuz dan tekanan terhadap ekonomi Iran. Washington menyatakan Trump akan menentukan langkah yang dianggap terbaik bagi kepentingan AS. Sementara itu, The Atlantic melaporkan Pentagon juga diminta menyiapkan opsi serangan menjelang pemilu paruh waktu November. Langkah tersebut dikaitkan dengan upaya Trump menurunkan harga bensin di dalam negeri. Sejumlah pejabat Israel turut memperingatkan kemungkinan konflik kembali pecah dalam waktu dekat. Mereka menilai Iran berpotensi menyerang lebih dahulu, meski belum ada kepastian mengenai rencana tersebut. Kekhawatiran juga muncul setelah laporan aktivitas baru di fasilitas nuklir bawah tanah Minzadehei, dekat Teheran. Fasilitas itu sebelumnya dilaporkan menjadi sasaran serangan Israel pada perang Juni 2025. Israel menuduh Iran mengembangkan program nuklir dan rudal, tetapi Teheran membantah ingin membuat senjata nuklir. AS dan Israel memulai perang terhadap Iran pada 28 Februari dengan menargetkan program nuklir dan rudal negara itu. Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta sejumlah negara Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Konflik juga mengganggu Selat Hormuz, jalur yang sebelumnya dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia. Gencatan senjata sejak April belum menghasilkan kesepakatan, sementara Pentagon kembali menyiapkan opsi serangan. Subscribe now for more Bangka Pos videos: https://www.youtube.com/bangkaposoffi... Like Bangka Pos on Facebook:   / bangkapos   Do You Have Instagram, follow us:   / bangkapos_   Editor : Asif Barkhiya