Viral Video Gubernur Kaltara Padamkam Karhutla di Selimau Bulungan, Ini Penjelasan Zainal Paliwang
Tribun Kaltara Official
0:00 / 0:00
Viral Video Gubernur Kaltara Padamkam Karhutla di Selimau Bulungan, Ini Penjelasan Zainal Paliwang
26 просмотров · 1 день назад
Tribun Kaltara Official
118 тыс. подписчиков
26 просмотров · 1 день назад
TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Viral video Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang, turun langsung melakukan pemadaman karhutla, ada yang berkomentar positif dan tak sedikit yang juga turut berkomentar negatif.
Zainal Paliwang diketahui ikut turun langsung memadamkan karhutla di wilayah Selimau, Bulungan, pada Jumat (4/9/2026) lalu.
Dalam rekaman video yang dilihat TribunKaltara.com, eks Wakapolda Kaltara itu tampak mengenakan kemeja berwarna putih, lengkap dengan singal di kepalanya saat tinjau karhutla di Selimau.
Di sela pemantauan titik karhutla di Selimau, Zainal Paliwang juga mengenakan masker, dan sepatu boot lapangan.
Gubernur Kaltara dua periode tersebut lalu ikut menarik, sembari mengarahkan nozzle selang pemadam kebakaran.
Ia bersama petugas di lapangan turut mengarahkan semprotan air ke titik api, serta lahan yang masih mengeluarkan asap pekat.
Zainal Paliwang mengungkapkan posisinya saat pemadaman telah dilakukan oleh tim BPBD.
Namun ternyata tak cukup hanya sekali.
"Ya, kita kan sudah dapat mengatasi kebakaran hutan.
Ada memang yang sudah padam, tiba-tiba muncul lagi.
Karena itu kan gambut, susah diprediksi.
Karena di atas itu dia padam, tetapi di dalam gambutnya kita tidak bisa pantau.
Kita belum punya alat untuk itu," kata Gubernur Kaltara, Zainal Paliwang, Rabu (9/9/2026).
Dan terakhir ia memantau kegiatan dari TNI-Polri, BPBD, Dinas Kehutanan Provinsi dan ia turut memadamkan karhutla di hutan di Selimau.
Selimau masuk wilayah Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Alasannya ingin ikut memadamkan karhutla, karena juga ingin merasakan bagaimana beratnya petugas di lapangan dalam memadamkan api.
"Bukan saya mau apa, mau cari popularitas, mau cari apa, tidak.
Saya ingin merasakan bagaimana susahnya petugas kita di lapangan dalam memadamkan api.
Saya tidak pegang pipa, tapi saya injak api itu dengan sepatu, membantu memadamkan," ungkapnya.
Ia melanjutkan saat itu kondisinya juga api masih menyala, sehingga saat tinjauan tergerak ikut memadamkan.
"Kita berupaya untuk membantu petugas, tapi ada juga yang bilang saya bodoh.
Ya, biarlah saya bodoh, enggak apa-apa.
Yang bilang saya bodoh itu memang dia orang hebat.
Dia itu orang pintar, orang berpendidikan.
Tidak apa-apa, biar Allah yang membalas," ungkap Zainal Paliwang.
Saat ditanya terkait kekurangan sarana dan prasarana untuk pemadaman, pensiunan polisi itu tak menampik.
"Ya kalau dibilang peralatan, pasti aja ada kurang.
Tapi kita dengan kekurangan itu jangan diam.
Kita gunakan alat-alat yang kita miliki saja.
Jangan apa namanya, menuntut untuk peralatan serba lengkap-lengkapnya.
Kita menuntut helikopter, kita tidak punya helikopter," ungkapnya.
Ia juga menyinggung terkait OMC atau istilah mudahnya modifikasi cuaca.
Namun ia mengakui tak ada anggaran untuk kegiatan itu.
"Kita tidak punya anggaran.
Kalau termonitor di mana ada titik api, langsung petugas bergerak.
Ya, sekali lagi terima kasih saudara-saudara saya dari TNI-Polri yang selalu berada di depan dalam pemadaman api di Kalimantan Utara," ungkapnya.
Ditanya kembali apakah Kaltara urgen dilakukan modifikasi cuaca dan mengusulkan ke pusat? Gubernur menjelaskan beberapa hari terakhir Kaltara sudah mulai diguyur hujan.
"Jadi tidak perlu modifikasi cuaca.
Di wilayah-wilayah lain karena tidak pernah turun hujan, perlu adanya modifikasi cuaca, sehingga bisa membuat hujan.
Itu pun modifikasi cuaca ada kalanya tidak turun hujan.
Tapi kita bersyukur di Kaltara ini beberapa hari ini, setiap seminggu pasti ada hujan," tukasnya.
Baca Selengkapnya :
https://kaltara.tribunnews.com/kaltar...
Penulis: Andi Pausiah
Video Editor: Adadilaga Arya P.