Teba, Pengolahan Sampah Menjadi Kompos.Kolaborasi Pengabdian Kel. Meruya Selatan-Universt Trisakti
RW 09 Meruya Selatan
0:00 / 0:00
Teba, Pengolahan Sampah Menjadi Kompos.Kolaborasi Pengabdian Kel. Meruya Selatan-Universt Trisakti
13 просмотров · 1 день назад
RW 09 Meruya Selatan
50 подписчиков
13 просмотров · 1 день назад
Teba Modern, Pengolahan Sampah Menjadi Kompos
RW 09 Meruya Selatan
Kolaborasi CSR Kelurahan Meruya Selatan dengan Universitas Trisakti Jakarta
Kelurahan Meruya Selatan bekerja sama dengan Universitas Trisakti Jakarta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan membuat Teba Modern di wilayah RW 09 Meruya Selatan. Teba ini digunakan sebagai tempat pengolahan sampah organik, seperti sisa makanan, potongan sayur, kulit buah, dan daun-daunan yang telah dipilah dari rumah masing-masing.
Program ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya. Melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026, warga didorong untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.
Kebijakan ini juga berkaitan dengan upaya mengurangi sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang.
Pada 7 Oktober 2026, pembuatan Teba Modern mulai dilaksanakan di wilayah RW 09 Meruya Selatan.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Kelurahan Meruya Selatan, Muzakkir Fahmi, Ketua RW 09 Dwiwanto Subekti, para Ketua RT 01 hingga RT 06, serta tim Universitas Trisakti.
Tim Universitas Trisakti dipimpin oleh Dr. Ir. Winnie Septiani, S.T., M.Si., dengan pembimbing dan pengawas pelaksana Ratna Mira Yojana, S.T., M.T., serta Dr. Ir. Sally Cahyati, M.T., IPM. Sejumlah mahasiswa yang terlibat yaitu Althaf Muhammad Rasyad, Arifina Nur Inayah, Shelma Karima Adzihni, dan Faizul Iman.
Teba Modern dibuat dalam bentuk lubang sedalam sekitar 2 meter dengan diameter 1 meter.
Pengerjaannya dilakukan oleh tenaga ahli. Dinding lubang diperkuat menggunakan buis beton, sedangkan bagian atasnya diberi penutup plat besi yang dapat dibuka untuk memudahkan warga membuang sampah organik.
Melalui Teba Modern, warga memiliki pilihan untuk mengolah sampah organik setelah melakukan pemilahan di rumah. Sisa makanan, potongan sayur, kulit buah, dan daun-daunan dapat dimasukkan ke dalam Teba atau diolah menggunakan komposter maupun biopori sesuai peruntukannya.
Di dalam lubang, sampah organik akan mengalami proses penguraian secara alami. Setelah beberapa waktu, hasil penguraian dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos untuk menyuburkan tanaman, pekarangan, dan kebun.
Sementara itu, sampah nonorganik dapat dikumpulkan dan disetorkan ke bank sampah sesuai jenisnya. Dengan cara ini, jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir dapat dikurangi.
Selain membuat Teba Modern, tim Universitas Trisakti mengunjungi rumah warga yang menjadi contoh pengolahan limbah rumah tangga di wilayah RW 09. Warga memperlihatkan cara mengolah kulit buah menjadi eco-enzyme serta memanfaatkan sisa makanan, sayuran, dan daun-daunan untuk pembuatan kompos.
Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi bahan organik, gula, dan air. Dalam kegiatan tersebut, warga juga memperkenalkan pemanfaatan cairan hasil olahan untuk kebutuhan rumah tangga. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan proses pembuatan dan peruntukannya.
Sampah nonorganik yang masih dapat didaur ulang dikumpulkan untuk disetorkan ke bank sampah. Pengolahan ini menjadi salah satu upaya mengurangi sampah rumah tangga yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Melalui kerja sama Kelurahan Meruya Selatan, Universitas Trisakti, dan warga RW 09, program Teba Modern diharapkan dapat mendukung kebiasaan memilah dan mengolah sampah dari rumah serta menjaga kebersihan lingkungan.
#trisakti #universitastrisakti #dkijakarta #gubernurdkijakarta