Перейти к содержимому

|| TARI PANCAWARNA KASUMEDANGAN ||

dhito Hardiansyah

0:00 / 0:00

|| TARI PANCAWARNA KASUMEDANGAN ||

17 просмотров · 4 дн. назад
dhito Hardiansyah
18 подписчиков
17 просмотров · 4 дн. назад
Dokumentasi ini dibuat sebagai bagian dari penelitian skripsi Angga tahun 2025 untuk merekam, mengidentifikasi, dan mendokumentasikan bentuk penyajian Tari Pancawarna sebagai bagian dari Tari Klasik Kasumedangan. Dokumentasi ini diharapkan dapat menjadi sumber data penelitian sekaligus arsip visual untuk mendukung pengenalan dan keberlanjutan Tari Pancawarna di Kabupaten Sumedang. Tari Pancawarna merupakan tari kreasi baru gaya Tari Klasik Kasumedangan karya R. Effendi Lesmana Kartadikusumah tahun 1988. Tari ini berakar pada dua genre tari tradisi Kasumedangan, yaitu Tari Wayang dan Tari Keurseus, yang dipadukan dalam satu bentuk tari tunggal. Nama Pancawarna berasal dari kata "panca" yang berarti lima dan "warna" yang berarti corak atau ragam. Konsep tersebut merujuk pada lima tarian putra yang menjadi sumber pengolahan karakter, yaitu Tari Lenyepan, Tari Gawil, Tari Ekalaya, Tari Jayengrana, dan Tari Gandamanah, yang merupakan bagian dari warisan karya R. Ono Lesmana Kartadikusumah. Kelima karakter tersebut diolah menjadi satu kesatuan koreografi, yang diinterpretasikan dalam satu tubuh penari dengan repoartor Tari Keurseus dan Tari Wayang. Tari Pancawarna merupakan tari tunggal putra dengan karakter utama satria ladak. Sumber Dokumentasi Dokumentasi penelitian Angga, 2025 Objek : Tari Pancawarna Karya : R. Effendi Lesmana Kartadikusumah Sumber repertoar : Karya R. Ono Lesmana Kartadikusumah Padepokan Sekar Pusaka, Kabupaten Sumedang Jenis : Tari tunggal putra Gaya : Tari Klasik Kasumedangan