Suara Indonesia Tahun 1909 Masih Ada?! Jejak Rekaman Tertua di Indonesia
Kapsul Waktu
0:00 / 0:00
Suara Indonesia Tahun 1909 Masih Ada?! Jejak Rekaman Tertua di Indonesia
92 230 просмотров · 1 месяц назад
Kapsul Waktu
19,9 тыс. подписчиков
92 230 просмотров · 1 месяц назад
Pernah membayangkan seperti apa suara dari Indonesia lebih dari satu abad lalu?
Jauh sebelum mikrofon, kaset, radio, dan studio modern dikenal luas, para penyanyi serta pemusik harus tampil di depan sebuah corong logam besar. Getaran suara mereka diteruskan secara mekanis menuju diafragma dan jarum pemotong, lalu diukir langsung ke permukaan piringan master.
Dalam video ini, kita menelusuri perjalanan awal industri rekaman di Indonesia:
• 1909 — “Lagoe Geot Gengsot”, salah satu rekaman tertua dari Hindia Belanda
• 1920-an — masa keroncong, stambul, dan kejayaan Miss Riboet
• 1929 — rekaman awal “Indonesia Raya” karya W.R. Soepratman
• 1930-an — berkembangnya musik gambus melalui rekaman Syech Albar
Kita juga akan mengenal Tio Tek Hong, pengusaha di Pasar Baru, Batavia, yang memiliki peran penting dalam perdagangan fonograf dan piringan hitam pada masa awal berkembangnya industri rekaman di Indonesia.
Sebagian adegan dalam video ini merupakan rekonstruksi visual untuk membantu menggambarkan suasana zamannya. Rekaman audio yang digunakan berasal dari materi arsip bersejarah.
Menurut kalian, bagaimana rasanya mendengar suara manusia yang direkam lebih dari 100 tahun lalu?
Jangan lupa subscribe untuk menyusuri kembali jejak sejarah Indonesia bersama Kapsul Waktu.
#KapsulWaktu #SejarahIndonesia #RekamanTertua #MusikIndonesia #TioTekHong #IndonesiaRaya #WRSoepratman #ArsipIndonesia
Follow IG : / kapsulwaktuz
Follow Tiktok : / kapsulwaktuz