Перейти к содержимому

70 Lokasi di Jakarta Utara Serentak Tanam Pangan Pendamping Beras

Kota Jakarta Utara

0:00 / 0:00

70 Lokasi di Jakarta Utara Serentak Tanam Pangan Pendamping Beras

60 просмотров · 2 недели назад
Kota Jakarta Utara
23,8 тыс. подписчиков
60 просмотров · 2 недели назад
Kominfotik JU - Semangat memperkuat ketahanan pangan masyarakat terus digelorakan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara. Sebanyak 70 lokasi di enam kecamatan menjadi titik pelaksanaan Gerakan Tanam Serentak Tanaman Pendamping Beras Tahun 2026, dengan beragam komoditas pangan seperti jagung pulut, edamame, singkong, ubi jalar, pisang, dan labu madu. Kegiatan tanam serentak secara hybrid dipusatkan di Lovely Garden, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Senin (31/8). Lokasi ini tidak hanya menjadi ruang terbuka hijau dan kebun urban farming, tetapi juga dimanfaatkan sebagai taman edukasi sekaligus taman inklusi bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk belajar bercocok tanam dan melatih kemandirian. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Utara, Fida Hendra, mengatakan gerakan tanam serentak tersebut merupakan bentuk kolaborasi dalam mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia untuk menghasilkan pangan. “Dari Jakarta Utara kami telah melaksanakan kegiatan tanam serentak di 70 titik yang tersebar di enam kecamatan,” ujar Fida. Ia menjelaskan, sebanyak 15 lokasi berada di Kecamatan Cilincing, 10 lokasi di Kecamatan Koja, 11 lokasi di Kecamatan Kelapa Gading, 20 lokasi di Kecamatan Tanjung Priok, tujuh lokasi di Kecamatan Pademangan, dan tujuh lokasi di Kecamatan Penjaringan. “Alhamdulillah, kegiatan ini didukung oleh Suku Dinas KPKP Jakarta Utara melalui penyediaan bibit berupa 1.200 polybag jagung pulut, 1.200 polybag edamame, 600 batang bibit singkong, dan 600 polybag bibit ubi jalar,” tuturnya. Menurut Fida, Lovely Garden menjadi lokasi yang tepat untuk pelaksanaan kegiatan karena memiliki konsep urban farming yang tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga memberikan ruang pembelajaran dan pemberdayaan bagi masyarakat, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus. Lovely Garden merupakan salah satu bentuk dukungan CSR dari Gereja St Yohanes Don Bosco di Sunter Jaya. Kolaborasi serupa juga terus dikembangkan bersama berbagai pihak dalam mendukung kegiatan urban farming di Jakarta Utara. “Salah satunya Pertamina yang sampai saat ini masih berkolaborasi di Kelurahan Sunter Jaya melalui dukungan tanaman ubi. Tidak hanya memberikan bibit, tetapi juga pelatihan pengolahan hasil panen menjadi keripik, tepung ubi untuk bahan roti, dan berbagai produk lainnya,” jelasnya. Fida menambahkan, pengembangan hasil urban farming tersebut diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi pemberdayaan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya produk UMKM yang memiliki nilai tambah. Menariknya, kegiatan di Lovely Garden juga dirangkaikan dengan panen berbagai hasil urban farming yang kemudian diolah menjadi makanan dan minuman. Sejumlah hasil olahan tersebut dibuat langsung oleh anak-anak penyandang disabilitas yang belajar dan beraktivitas di kebun urban farming tersebut. “Kami di Jakarta Utara selalu memberikan motivasi dan semangat kepada para penggiat urban farming, baik di tingkat RW, PKK, sekolah maupun tempat-tempat ibadah,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kota Administrasi Jakarta Utara, Novy Christine Palit, menerangkan kegiatan tersebut menyasar kader Tim Penggerak PKK, masyarakat penggiat urban farming, kelompok tani, serta RPTRA di wilayah Jakarta Utara. “Luas lahan yang menjadi lokasi penanaman mencapai sekitar 6.050,5 meter persegi. Jenis tanaman yang ditanam meliputi jagung pulut, singkong, ubi jalar, edamame, pisang, dan labu madu,” terangnya. Novy merinci, Kecamatan Cilincing memiliki 15 lokasi tanam dengan luas 857 meter persegi, Kecamatan Koja 10 lokasi dengan luas 1.356 meter persegi, Kecamatan Kelapa Gading 11 lokasi dengan luas 1.332 meter persegi, Kecamatan Tanjung Priok 20 lokasi dengan luas 1.888 meter persegi, Kecamatan Pademangan tujuh lokasi dengan luas 218 meter persegi, dan Kecamatan Penjaringan tujuh lokasi dengan luas 399,5 meter persegi. Selain melakukan penanaman, kegiatan juga menjadi momentum untuk menunjukkan hasil urban farming yang telah dikembangkan di Lovely Garden. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah komoditas berhasil dipanen, antara lain pisang sebanyak 35 kilogram, ubi ungu 35 kilogram, singkong 15 kilogram, ubi kuning lima kilogram, pakcoy 20 kilogram, kangkung lima kilogram, bayam Brazil lima kilogram, bayam hijau lima kilogram, daun bawang dua kilogram, daun gedi dua kilogram, kemangi satu kilogram, tomat satu kilogram, dan cabai rawit 0,5 kilogram. Novy berharap Gerakan Tanam Serentak Tanaman Pendamping Beras se-Kota Administrasi Jakarta Utara tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi terus berkembang menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan. “Melalui gerakan tanam serentak ini diharapkan dapat mewujudkan diversifikasi pangan dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” tandasnya.