Перейти к содержимому

Cara membuat ubag-abig untuk penjor

Tripanca Surya Bali

0:00 / 0:00

Cara membuat ubag-abig untuk penjor

18 895 просмотров · 4 года назад
Tripanca Surya Bali
22,8 тыс. подписчиков
18 895 просмотров · 4 года назад
Ubag-abig merupakan salah satu komponen dari sebuah penjor upacara yadnya yang melambangkan sebagai rare angon. Jadi Penjor di Bali berfungsi sebagai sarana perlengkapan upakara yang memiliki nilai sakral dan dalam pembuatannya harus memperhatikan unsur-unsur ataupun alat-alat yang dipakai melengkapi penjor tersebut. Penjor bisa dibuat seindah atau seseni mungkin sesuai dengan kemampuan, atau bahkan dibuat dengan sederhana sesuai kemampuan, situasi dan kondisi, namun yang tidak bisa dikurangi adalah unsur perlengkapannya. Penjor sendiri dibuat menggunakan alat atau unsur-unsur dari alam semesta, seperti batang bambu, jenis daun (plawa) seperti janur, cemara, pakis aji dan andong, untuk buah-buahan dan umbi-umbian yang digolongkan sebagai pala bungkah (umbi-umbian) seperti umbi ketela, pala gantung seperti buah kelapa, pisang, mentimun atau jambu dan pala wija (buah berbiji) seperti jagung dan padi. Simbol Dan Makna Perlengkapan Penjor Upacara Dari beberapa unsur yang melengkapi penjor Galungan tersebut, memiliki makna atau simbol dari kekuatan Tuhan. Sehingga penjor untuk upacara, wajib memenuhinya dari perlengkapan tersebut, berikut perlengkapan penjor tersebut; Bambu, adalah simbol gunung dan gunung tempat stana para Ida Sang Hyang Widi dan juga sebagai simbol kekuatan Hyang Brahma Bambu, adalah simbol gunung dan gunung tempat stana para Ida Sang Hyang Widi dan juga sebagai simbol kekuatan Hyang Brahma Bambu (tiying) dibungkus ambu/kasa, simbol kekuatan Dewa Maheswara Kain putih kuning, simbol kekuatan Dewa Iswara Sampian, simbol kekuatan Dewa Parama Siwa Janur, simbol kekuatan Dewa Mahadewa Kue (jaja uli +gina), simbol kekuatan Dewa Brahma Kelapa, simbol kekuatan Dewa Rudra Pala bungkah, pala gantung, simbol kekuatan Dewa Wisnu Tebu, sebagai simbol kekuatan Dewa Sambu Plawa, simbol kekuatan Dewa Sangkara Sanggah Cucuk, simbol kekuatan Dewa Siwa Lamak, simbol Tribhuana Banten Upakara sebagai simbol kekuatan Dewa Sadha Siwa Klukuh berisi pisang, tape dan jaja, simbol kekuatan Dewa Boga Ubag-abig, simbol Rare Angon Hiasan cili, gegantungan, simbol widyadari Tamiang, sebagai simbol penolak bala atau kejahatan Unsur-unsur tersebut diatas diperlukan saat pembuatan penjor upacara di Bali karena melambangkan simbol-simbol suci atas dasar atau landasan dari implementasi ajaran kitab suci weda, yang berkaitan erat dengan nilai-nilai dan etika agama Hindu. Sedangkan penjor dekorasi tidak perlu melengkapi dengan semua unsur tersebut di atas, cukup agar penjor tersebut tampil menarik dan indah. Penjor adalah sebuah bagian warisan dan budaya dan tradisi agama Hindu di Bali. Penjor Galungan ini sendiri dicabut genap setelah 35 hari Raya Galungan atau dikenal dengan Budha Kliwon Pahang. Dengan banten Tumpeng Puncak Manik, peralatan penjor dibakar, kemudian abunya dimasukkan ke klungah nyuh (kelapa) gading dan kemudian ditanam di hulu pekarangan rumah ataupun bisa dihanyut ke laut. Pada video kali ini saya membuat ubag-abig yg modifikasi, semoga bermanfaat. #penjor galungan #sarana upacara yadnya #sampian penjor #ubag-abig #seni merangkai janur #seni budaya bali