Перейти к содержимому

Senam Sondok Piyogo by FOKBI Kota Palembang

FOKBI Kota Palembang

0:00 / 0:00

Senam Sondok Piyogo by FOKBI Kota Palembang

633 просмотра · 3 недели назад
FOKBI Kota Palembang
34 подписчика
633 просмотра · 3 недели назад
FALSAFAH SINGKAT “SONDOK PIYOGO” Sondok Piyogo merupakan norma sekaligus semboyan hidup masyarakat Palembang yang berakar dari nilai-nilai luhur Kesultanan Palembang Darussalam. Istilah ini mengandung makna filosofis "Adat Dipangku, Syariat Dijunjung", yaitu sebuah prinsip kehidupan yang menempatkan adat istiadat dan ajaran agama sebagai dua unsur yang saling melengkapi dalam membentuk karakter, perilaku, serta tata kehidupan masyarakat. Falsafah tersebut mengajarkan bahwa adat istiadat harus dipelihara, dihormati, dan diwariskan sebagai identitas budaya, sementara syariat dijunjung tinggi sebagai pedoman moral dan spiritual dalam menjalani kehidupan. Dengan demikian, setiap tindakan, keputusan, dan interaksi sosial senantiasa berlandaskan pada keseimbangan antara nilai-nilai budaya lokal dan ajaran agama. Bagi masyarakat Palembang, Sondok Piyogo bukan sekadar ungkapan atau semboyan, melainkan cerminan jati diri yang menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan antara tradisi, etika, dan nilai-nilai keagamaan. Filosofi ini menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang santun, berakhlak mulia, saling menghormati, menjunjung tinggi kebersamaan, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat. Dalam konteks pelestarian budaya, nilai-nilai Sondok Piyogo menjadi sumber inspirasi untuk terus mempertahankan warisan budaya Palembang agar tetap hidup, berkembang, dan relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Oleh karena itu, filosofi "Adat Dipangku, Syariat Dijunjung" tidak hanya menjadi warisan sejarah Kesultanan Palembang Darussalam, tetapi juga menjadi pedoman hidup yang terus dijaga dan diamalkan oleh masyarakat Palembang hingga saat ini. Palembang, 28 Juni 2026 FOKBI Kota Palembang