BUNDARAN H.I MONAS Menuju 95% Fokus ENTRANCE & HALTE TJ Baru SERTA MALL BAWAH TANAH (Fase 3 Kapan?)
On Road Indonesia
0:00 / 0:00
BUNDARAN H.I MONAS Menuju 95% Fokus ENTRANCE & HALTE TJ Baru SERTA MALL BAWAH TANAH (Fase 3 Kapan?)
21 768 просмотров · 2 дня назад
On Road Indonesia
82,8 тыс. подписчиков
21 768 просмотров · 2 дня назад
#MRTJakarta
#MRTJakartaFase2A
#CP201
#StasiunThamrin
#StasiunMonas
#ExtendedConcourse
#BundaranHI
#IntegrasiTransitJakarta
#ShimizuAdhiKaryaJV
#InfrastrukturJakarta
#TransportasiPublik
#MegaProyekBawahTanah
#Jakartaku
MRT Jakarta Fase 2A
1. Historical Activity (Sejarah & Perkembangan Proyek)
Awal Mula: Pembangunan MRT Jakarta Fase 2A merupakan kelanjutan dari MRT Lin Utara–Selatan Fase 1 (Lebak Bulus–Bundaran HI) yang telah beroperasi sejak Maret 2019.
Penandatanganan Kontrak: Paket CP 201 resmi ditandatangani pada Februari 2020 sebagai paket pertama dalam Fase 2A yang memulai konstruksi fisiknya di kawasan pusat ibu kota.
Progres Konstruksi:
CP 201 (Stasiun Thamrin & Stasiun Monas): Per pertengahan 2026, progres fisik CP 201 telah mencapai 93,5%–94,2%. Pekerjaan utama saat ini memasuki tahap architectural finishing, pemasangan sistem Mechanical, Electrical, & Plumbing (MEP), ceiling, instalasi escalator, serta pemulihan area jalan (reinstatement).
Extended Concourse Bundaran HI: Proyek ruang bawah tanah yang berada tepat di bawah Halte Transjakarta Bundaran HI dan di atas platform rel MRT aktif ini mulai gencar dibangun oleh anak usaha MRT Jakarta (PT ITJ). Per pertengahan 2026, progres fisik mencapai kisaran 21,4%–24%.
2. Construction Purpose (Tujuan Pembangunan)
CP 201 (Thamrin–Monas): Memperluas jangkauan jaringan moda raya terpadu menuju kawasan bisnis, pemerintahan, dan cagar budaya nasional, mengurangi kemacetan lalu lintas koridor Thamrin–Monas, serta mendorong penurunan emisi karbon di Jakarta.
Extended Concourse Bundaran HI:
Dirancang sebagai ruang komersial & interchange hub seluas 4.439 m² di kedalaman 18 meter di bawah tanah.
Mengantisipasi lonjakan penumpang (ridership) Stasiun Bundaran HI dari 11.000 menjadi 17.000 orang per hari saat Fase 2A beroperasi.
Meningkatkan faktor keselamatan penumpang (safety factor), mencegah penumpukan di area peron, dan menyediakan koneksi langsung ke gedung-gedung sekitar (Plaza Indonesia, Grand Hyatt, Wisma Nusantara, Hotel Pullman) tanpa perlu menyeberang jalan.
3. Budgetary (Anggaran Biaya)
MRT Jakarta Fase 2A (Keseluruhan): Bernilai sekitar Rp25,3 triliun. Pembangunan dibiayai melalui skema pinjaman (loan) kerja sama resmi antara Pemerintah Indonesia dan Jepang via Japan International Cooperation Agency (JICA).
Extended Concourse Bundaran HI: Menghabiskan biaya sekitar Rp200 miliar. Proyek ini unik karena tidak menggunakan APBD DKI Jakarta maupun dana operasional MRT Jakarta, melainkan menggunakan skema dana kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB) dari pihak swasta/pengembang.
4. Project Responsibility & Rolled Out By (Penanggung Jawab & Pelaksana)
Executing Agency (Pemerintah Central/Daerah): Kementerian Perhubungan RI (Direktorat Jenderal Perkeretaapian) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Project Owner / Developer: PT MRT Jakarta (Perseroda).
Pengembang Extended Concourse: PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) (anak perusahaan PT MRT Jakarta).
Kontraktor Utama (CP 201): Konsorsium SAJV (Shimizu Corporation – PT Adhi Karya (Persero) Tbk Joint Venture).
5. Target Timeline (Target Penyelesaian)
CP 201 (Stasiun Thamrin & Monas): Ditargetkan rampung secara penuh pada akhir 2026/awal 2027 dan beroperasi melayani publik pada akhir 2027 (sebagai bagian dari Segmen 1 Bundaran HI–Harmoni).
Extended Concourse Bundaran HI: Ditargetkan rampung pada Mei 2027 dan diresmikan pada Juni 2027, bertepatan dengan ulang tahun ke-500 Kota Jakarta.
6. Obstacles & Challenges (Kendal & Tantangan)
Kondisi Tanah: Karakteristik tanah lunak (soft soil) di area pusat kota Jakarta memerlukan presisi ketat pada teknik penggalian bawah tanah.
Konstruksi Di Atas Jalur Aktif (Extended Concourse): Pembangunan ruang bawah tanah dilakukan persis di atas jalur rel kereta MRT yang sedang beroperasi penuh setiap hari, menuntut standar keamanan dan aspek K3 (Safety) kelas tinggi agar tidak mengganggu operasional kereta.
Manajemen Lalu Lintas & Utilitas Padat: Koridor Jalan M.H. Thamrin hingga Medan Merdeka Barat merupakan kawasan protokol utama dengan kerapatan jaringan pipa, kabel utilitas bawah tanah, serta rekayasa lalu lintas padat yang kompleks.
Pelestarian Cagar Budaya: Adanya penanganan situs dan cagar budaya bersejarah di sepanjang kawasan Monas dan Thamrin yang membutuhkan proses penanganan khusus