POPO'NG SAUSAI MA MAI LAWA (Mari Kita Lari Kawin) | Lagu Cinta Tak Direstui | Karya Mut Ameth
Toma Siwalima
0:00 / 0:00
POPO'NG SAUSAI MA MAI LAWA (Mari Kita Lari Kawin) | Lagu Cinta Tak Direstui | Karya Mut Ameth
1 233 просмотра · 2 месяца назад
Toma Siwalima
3,35 тыс. подписчиков
1 233 просмотра · 2 месяца назад
"Popo'ng Sausai Ma Mai Lawa" adalah sebuah lagu berbahasa Morella yang ditulis oleh Mut Ameth dalam kumpulan Diary Pelaut, sebuah catatan perjalanan hidup yang lahir dari pengalaman, perasaan, dan kisah-kisah yang beliau tuliskan saat bekerja sebagai pelaut.
Secara harfiah, "Popo'ng Sausai Ma Mai Lawa" berarti "Berkemaslah, Mari Kita Lari Kawin." Dalam budaya Maluku, lari kawin bukan berarti melarikan seseorang secara paksa, melainkan sebuah tradisi ketika sepasang kekasih sepakat meninggalkan rumah secara diam-diam untuk menikah karena hubungan mereka tidak mendapat restu keluarga atau menghadapi hambatan adat maupun keadaan tertentu.
Lagu ini mengangkat kisah mengharukan tentang dua insan yang saling mencintai, tetapi hubungan mereka dipandang tidak pantas oleh lingkungan sekitar. Sang perempuan adalah seorang janda, sementara lelaki yang mencintainya masih muda dan belum menikah. Perbedaan status itulah yang membuat keduanya menjadi bahan pembicaraan hingga keluarga sang pria mulai menentang hubungan mereka.
Dalam liriknya, sang pemuda mengungkapkan kerinduan yang begitu mendalam. Sehari tidak melihat wajah kekasihnya terasa seperti setahun lamanya. Ia terus mencari, berharap dapat bertemu, namun wanita yang dicintainya memilih menghindar demi menjaga nama baik keluarga lelaki yang dicintainya.
Dengan hati yang berat, sang wanita mengajak untuk mengakhiri hubungan mereka karena merasa dirinya hanya akan membawa malu bagi keluarga kekasihnya. Namun cinta sang pria jauh lebih besar daripada penilaian orang lain. Baginya, masa lalu wanita itu bukanlah alasan untuk berhenti mencintai.
Puncak kisah terjadi ketika ia berkata:
"Walaupun kau seorang janda, cintaku padamu tak pernah berubah. Berkemaslah... mari kita lari kawin dan memulai hidup baru bersama."
Walaupun dibalut irama joget pesta khas Maluku yang enerjik dan mengundang siapa saja untuk bergoyang, lagu ini menyimpan kisah cinta yang penuh keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan. Pesan yang ingin disampaikan bukanlah mengajak orang untuk menentang keluarga, melainkan menggambarkan kenyataan bahwa cinta sering kali diuji oleh adat, status sosial, dan pandangan masyarakat.
Semoga karya sederhana dari Diary Pelaut Mut Ameth ini dapat menjadi pengingat bahwa setiap lagu daerah bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyimpan cerita kehidupan, nilai budaya, serta sejarah sosial masyarakat Maluku yang layak diwariskan kepada generasi berikutnya.
Apabila Anda menyukai lagu ini, jangan lupa:
👍 Like
💬 Tinggalkan komentar
🔔 Subscribe agar tidak ketinggalan karya-karya berikutnya dari Diary Pelaut Mut Ameth.
Terima kasih telah ikut melestarikan bahasa Morella dan kekayaan budaya Maluku melalui musik.
#laguleihitu #LaguMorella #LaguMaluku #MusikMaluku #JogetMaluku #LariKawin #BudayaMaluku #BahasaMorella #LaguDaerah #WarisanBudaya #MalukuPunyaCerita #MusikTradisional #IndonesiaTimur #TomaSiwalima