CEO TAWARKAN 100 JUTA SETIAP BULAN AGAR SANTRI MAU MENIKAHI PUTRINYA, JAWABANNYA BIKIN TERDIAM!
Lestari Bento
0:00 / 0:00
CEO TAWARKAN 100 JUTA SETIAP BULAN AGAR SANTRI MAU MENIKAHI PUTRINYA, JAWABANNYA BIKIN TERDIAM!
151 731 просмотр · 3 недели назад
Lestari Bento
8,91 тыс. подписчиков
151 731 просмотр · 3 недели назад
Seorang CEO kaya raya menawarkan uang 100 juta rupiah setiap bulan kepada Rizwan, seorang santri sederhana yang dicintai oleh putri tunggalnya, Clarissa. Sang CEO berharap tawaran besar itu mampu membuat Rizwan menerima keinginannya demi bisa menikahi Clarissa.
Namun jawaban Rizwan justru membuat sang CEO terdiam. Meskipun hidup sederhana dan keluarganya membutuhkan uang, Rizwan tidak ingin menukar prinsip dan keyakinannya dengan harta sebanyak apa pun. Ia hanya mengatakan bahwa jika Clarissa memang jodoh yang telah Alloh takdirkan untuknya, suatu hari mereka akan dipertemukan sebagai suami istri melalui jalan yang benar.
Ucapan sederhana itu justru menjadi awal perjalanan besar dalam kehidupan Clarissa. Tanpa paksaan Rizwan, Clarissa mulai mencari jawaban tentang Islam atas kemauannya sendiri. Hingga hampir satu tahun setelah tawaran 100 juta tersebut ditolak, sebuah keputusan besar dari Clarissa membuat ayahnya tidak mampu berkata-kata.
Bagaimana akhirnya Rizwan dan Clarissa bisa dipertemukan dalam sebuah pernikahan? Saksikan kisah inspiratif ini sampai selesai karena perjalanan mereka menyimpan pelajaran tentang keteguhan prinsip, ketulusan cinta, pilihan hidup, dan sesuatu yang tidak akan pernah mampu dibeli dengan kekayaan.
Jangan lupa like, subscribe Channel Lestari, dan tuliskan di kolom komentar dari daerah atau kota mana kalian menonton kisah ini. Semoga yang sudah subscribe, like, dan komen dimudahkan segala urusannya, dilapangkan rezekinya, disehatkan badannya, serta dikabulkan semua hajat dunia dan akhirat oleh Alloh. Aamiin ya rabbal alamin.
#KisahInspiratif #KisahSantri #SantriMiskin #PutriCEO #KisahCEO #KisahCinta #CeritaInspiratif #KisahMenyentuhHati #CintaDanKeyakinan #ChannelLestari