Dominasi kisah Musa Dalam Al Qur'an.
Sinau Bareng Abah | Hikmah Kehidupan
0:00 / 0:00
Dominasi kisah Musa Dalam Al Qur'an.
87 просмотров · 2 недели назад
Sinau Bareng Abah | Hikmah Kehidupan
415 подписчиков
87 просмотров · 2 недели назад
Mengapa kisah Nabi Musa عليه السلام begitu sering diulang dalam Al-Qur’an? Apakah pengulangan tersebut sekadar menceritakan kembali sejarah, atau terdapat pesan iman, pendidikan jiwa, kritik kekuasaan, dan pembangunan peradaban di baliknya?
Dalam Kajian Tafsir Al-Furqan ayat 35–36, kita menelaah firman Allah tentang pengutusan Nabi Musa dan Nabi Harun عليهما السلام, serta perintah Allah kepada keduanya untuk menghadapi kaum yang mendustakan ayat-ayat-Nya.
Allah berfirman:
وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَجَعَلْنَا مَعَهُ أَخَاهُ هَارُونَ وَزِيرًا ٣٥
فَقُلْنَا اذْهَبَا إِلَى الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا فَدَمَّرْنَاهُمْ تَدْمِيرًا ٣٦
Artinya:
“Sungguh, Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa dan Kami telah menjadikan Harun, saudaranya, menyertainya sebagai pembantu.” (QS. Al-Furqan: 35).
“Lalu Kami berfirman, ‘Pergilah kamu berdua kepada kaum yang telah mendustakan ayat-ayat Kami.’ Maka Kami membinasakan mereka sehancur-hancurnya.” (QS. Al-Furqan: 36).
Pokok-pokok pembahasan:
Mengapa kisah Nabi Musa menjadi salah satu kisah yang paling sering hadir dalam Al-Qur’an?
Hikmah pengulangan kisah dalam Al-Qur’an: penguatan iman, pendidikan, peringatan, dan peneguhan hati.
Hubungan Nabi Musa dan Nabi Harun: pentingnya kolaborasi dalam perjuangan dakwah.
Musa dan Fir’aun sebagai gambaran pertarungan antara kebenaran dan kebatilan, risalah dan kesombongan kekuasaan.
Mengapa pendustaan terhadap ayat-ayat Allah bukan sekadar persoalan intelektual, tetapi juga persoalan moral dan tanggung jawab manusia?
Relevansi kisah Musa bagi umat Islam masa kini: pendidikan, kepemimpinan, dakwah, keberanian moral, dan perubahan sosial.
Pesan utama:
Al-Qur’an tidak mengulang kisah hanya agar kita mengenang masa lalu. Kisah-kisah itu mengajak kita membaca kehidupan, memahami pola pertarungan antara kebenaran dan kebatilan, serta mengambil pelajaran untuk memperbaiki diri dan masyarakat.
Mari menyimak Tafsir Al-Furqan bersama Abah Huda, dengan pendekatan tafsir klasik dan kontemporer, bahasa yang mudah dipahami, serta refleksi atas persoalan kehidupan modern.
Jangan lupa menyukai, membagikan, dan berlangganan kanal Sinau Bareng Abah agar kajian Al-Qur’an terus menjangkau lebih banyak orang.
وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
Wallahu a’lam bish-shawab.