Перейти к содержимому

Bagai Menghembuskan Duri TAJAM

seniman tanpa bakat

0:00 / 0:00

Bagai Menghembuskan Duri TAJAM

61 просмотр · 8 дн. назад
seniman tanpa bakat
3 подписчика
61 просмотр · 8 дн. назад
lagu yang mengisahkan tentang seorang ayah yang bertahan demi buah hatinya walaupun tak lagi mendapat perlakuan baik dari sang istri LIRIK: Rumah yang dulu teduh Kini bernaung di bawah mendung Dindingnya masih berdiri kokoh Namun hangatnya perlahan runtuh Di meja yang sama kita bersua Namun jarak membentang tanpa suara Kau menjadi musim yang berbeda Sedang aku tetap menjadi rumahnya Kutelan badai di balik senyum Kusimpan luka di antara diam Sebab tak semua perih harus terucap Ada yang cukup menjadi rahasia malam Bagai menghembuskan duri tajam Setiap kata yang keluar menyayat dalam Aku ingin pergi, namun langkahku tertahan Oleh cinta yang masih menggenggam Bagai memeluk bara yang membakar Namun kulekatkan tangan agar tak tercerai Bukan karena aku tak pernah terluka Aku hanya takut kehilangan kita Mungkin kau lupa awal perjalanan Saat tangan kita saling menguatkan Ketika dunia belum berpihak Kita berjanji tak akan menyerah Kini langkahmu tak lagi searah Dan tatapanmu kehilangan cahaya Namun di balik semua yang berubah Masih ada namamu dalam doaku Kubiarkan malam menjadi saksi Tentang air mata yang tak pernah kau lihat Aku belajar mencintai dalam sunyi Meski hati perlahan mulai penat Bagai menghembuskan duri tajam Setiap kata yang keluar menyayat dalam Aku ingin pergi, namun langkahku tertahan Oleh cinta yang masih menggenggam Bagai memeluk bara yang membakar Namun kulekatkan tangan agar tak tercerai Bukan karena aku tak pernah terluka Aku hanya takut kehilangan kita Jika suatu hari kau bertanya Mengapa aku masih di sini Bukan karena aku tak mampu pergi Tapi ada hati kecil yang memanggilku kembali Di matanya masih ada rumah Tempat kita pernah menanam harapan Biarlah aku menahan segala luka Asalkan ia tak kehilangan pelukan Bagai menghembuskan duri tajam Aku bertahan meski hati tenggelam Jika cinta harus dibayar dengan air mata Biarlah aku yang menanggung semuanya Bagai memeluk bara yang membakar Kugenggam erat meski tangan terbakar Sebab di antara puing-puing yang tersisa Aku masih melihat kita yang dulu bahagia Mungkin rumah ini tak lagi sama Mungkin cinta kita telah banyak terluka Namun selama masih ada harapan Aku akan tetap berdiri di halaman Menunggu hujan reda perlahan Menunggu hangat kembali ke dalam Dan bila esok kau kembali tersenyum Mungkin semua luka akan menemukan maknanya Sebab di balik segala yang menyakitkan Ada alasan untuk tetap bertahan Senyum kecil yang selalu menjadi tujuan Yang memanggilku… Ayah. ciptaan : seniman tanpa bakat