Перейти к содержимому

🔴[LIVE]392 | NASAB DI BALIK TAMENG KITAB⁉️ILMU NAHWU BONGKAR CARA BA’ALWI BANGUN KEBENARAN PALSU‼️

Papazara Insight

0:00 / 0:00

🔴[LIVE]392 | NASAB DI BALIK TAMENG KITAB⁉️ILMU NAHWU BONGKAR CARA BA’ALWI BANGUN KEBENARAN PALSU‼️

5 782 просмотра · Трансляция закончилась 6 дн. назад
Papazara Insight
22,3 тыс. подписчиков
5 782 просмотра · Трансляция закончилась 6 дн. назад
Benarkah NASAB BA’ALWI selama ini berlindung di balik otoritas kitab dan nama besar ulama terdahulu? Mengapa klaim sejarah tertentu seolah-olah kebal dari pengujian, kritik, bahkan pertanyaan ilmiah? Dalam podcast Papazara Insight kali ini, Charly Al Jaelani menghadirkan Dr. Ribut Nut Huda (Intelektual Muda NU) dan KH Ubaidillah Tamam (Direktur As Shuffah Institute) untuk membedah persoalan epistemologi Nahwu, filsafat ilmu, khazanah turats, dan historiografi dengan studi kasus polemik nasab Ba’alwi. Berangkat dari gagasan buku Epistemologi Nahwu: Inspirasi Filsafat Ilmu untuk Inovasi dan Peradaban Pesantren, diskusi ini membawa kita pada pertanyaan yang lebih mendasar: bagaimana seharusnya sebuah ilmu membangun kebenaran? Apakah cukup dengan mengutip kitab, membawa pendapat ulama, dan mempertahankan tradisi turun-temurun? ADA BEBERAPA PERSOALAN PENTING YANG AKAN DIBEDAH: 1. ILMU NAHWU DAN CARA BERPIKIR: Apakah memahami teks kitab cukup dengan membaca terjemahan, atau harus memahami struktur bahasa, konteks, dan maksud penulisnya? 2. TURATS DAN OTORITAS KITAB: Apakah semua keterangan dalam kitab klasik otomatis menjadi bukti sejarah? Bagaimana menguji autentisitas, konteks, dan sumber informasi sebuah kitab? 3. ULAMA TERDAHULU DAN KEBENARAN: Apakah pendapat ulama terdahulu tidak boleh dikritik? Apakah pengakuan seorang ulama otomatis membuktikan kebenaran suatu klaim sejarah? 4. STUDI KASUS NASAB BA’ALWI: Bagaimana menguji klaim keturunan Nabi melalui pendekatan historiografi, genealogi, kritik sumber, dokumentasi, dan sains? 5. HEGEMONI DAN LEGITIMASI SEJARAH: Bagaimana otoritas keagamaan, tradisi, dan konstruksi sejarah dapat memengaruhi cara masyarakat menerima sebuah klaim? 6. SANTRI DAN KEBEBASAN BERPIKIR: Apakah menguji pendapat ulama berarti tidak menghormati ulama? Ataukah justru keberanian menguji merupakan bagian dari tanggung jawab keilmuan? Polemik nasab Ba’alwi bukan sekadar persoalan siapa yang mengaku sebagai keturunan Nabi. Ini juga menjadi ujian bagi tradisi keilmuan kita: apakah kitab digunakan untuk mencari kebenaran atau justru dijadikan tameng untuk melindungi sebuah klaim dari pengujian? Sebab menghormati ulama tidak berarti menganggap seluruh pendapatnya kebal dari kritik. Menghormati turats juga tidak berarti menutup pintu penelitian sejarah. JIKA SEBUAH KLAIM MEMANG BENAR, MENGAPA HARUS TAKUT DIUJI? Simak diskusi lengkapnya bersama Dr. Ribut Nut Huda dan KH Ubaidillah Tamam hanya di PAPAZARA INSIGHT. Jangan lupa LIKE, KOMENTAR, SUBSCRIBE, dan BAGIKAN video ini agar diskusi kritis dan tradisi keilmuan terus berkembang. #PapazaraInsight #NasabBaalwi #PolemikNasab #DrRibutNutHuda #KyaiUbaidillahTamam #IlmuNahwu #EpistemologiNahwu #Turats #HistoriografiIslam #SejarahIslam #KeturunanNabi #KritikNasab #KitabKuning #FilsafatIlmu #Pesantren 🎙️ New to streaming or looking to level up? Check out StreamYard and get $10 discount! 😍 https://streamyard.com/pal/d/58715538...