Перейти к содержимому

CERITA GONDEWA - SARAPALA AUM GUNUNG PADANG #pustakasarapala

saepul adha

0:00 / 0:00

CERITA GONDEWA - SARAPALA AUM GUNUNG PADANG #pustakasarapala

77 просмотров · 6 дн. назад
saepul adha
334 подписчика
77 просмотров · 6 дн. назад
Sarapala, sebuah perwujudan nilai kehidupan dan seni tradisi Sunda yang mencakup aktivitas Manah (panahan tradisional Sunda), Silat, dan Ngaji. Tradisi ini dihidupkan kembali oleh sesepuh Sunda, Abah Tapa Umbara. Pakakas Manah (Perangkat Panahan) • Gondewa Deskripsi: Busur panah tradisional Sunda. Penjelasan: Alat pendorong berbahan dasar bambu (awi), kayu (kai), atau material komposit modern. Cara kerjanya memanfaatkan kelenturan bilah bambu/kayu yang dipasangi tali tali busur (senar) kuat untuk melontarkan anak panah ketika ditarik. • Jamparing Deskripsi: Anak panah tradisional Sunda. Penjelasan: Bagian lurus berujung mencos (runcing) yang dilepaskan menggunakan kekuatan tarikan tali gondewa. Dalam filosofi manah Sunda, jamparing melambangkan ketepatan fokus, arah tujuan hidup, dan ketajaman pikiran manusia menuju sasaran yang benar. Tutup Sirah (Gaya/Filosofi Ikat Kepala Sunda) • Iket Merakligar Deskripsi: Jenis model ikatan atau bentuk rupa iket (totopong/penutup kepala tradisional Sunda). Penjelasan: Secara harfiah, "Merakligar" berarti burung merak yang sedang melebarkan atau mengembangkan bulu ekornya yang indah (ligar). Model iket ini memiliki sisa lipatan kain di bagian atas atau belakang yang menyerupai mahkota atau ekor merak, melambangkan keindahan budi pekerti dan kehormatan. • Iket Linggawessi Deskripsi: Model rupa penutup kepala tradisional (iket) Sunda dengan filosofi kekuatan. Penjelasan: Nama ini diambil dari kata "Lingga" (tiang/poros/simbol keteguhan) dan "Wessi" atau Wesi (besi). Iket dengan corak atau bentuk ikat ini melambangkan keteguhan iman, pendirian yang kokoh, serta perlindungan diri yang kuat bagai besi dalam menghadapi tantangan hidup. Tempat dan Aktivitas Kegiatan (Istilah Lokasi/Prosesi) • Panonoban Deskripsi: Tempat bernaung, tempat berkumpul, atau lapangan latihan khusus. Penjelasan: Dalam istilah bahasa Sunda, panonoban berasal dari kata dasar tonob atau tob (tempat bernaung/bersarang). Dalam konteks tradisi Sarapala, istilah ini sering merujuk pada lapangan atau area terbuka tempat latihan memanah tradisional (archery range). • Pangsilaan Deskripsi: Tempat duduk, tempat bermusyawarah, atau area istirahat. Penjelasan: Berasal dari kata dasar sila (duduk bersila, posisi sopan khas masyarakat Nusantara). Pangsilaan mendeskripsikan suatu tempat atau balai-balai khusus yang digunakan para pesilat atau pemanah untuk duduk berkumpul, menenangkan pikiran, serta mendengarkan petuah dari sesepuh. • Padumukan Deskripsi: Tempat tinggal, kediaman, atau basis utama. Penjelasan: Berasal dari kata dumuk yang berarti bertempat tinggal atau menetap. Dalam paguyuban tradisi, padumukan merupakan lokasi sekretariat, sanggar, atau kampung adat yang menjadi pusat bertumpunya para anggota kawargian untuk melestarikan budaya sehari-hari. • Istrenan Deskripsi: Prosesi pelantikan, pengukuhan, atau peresmian (wisuda adat). Penjelasan: Kata ini diambil dari kata dasar istren atau ngistrenan yang berarti melantik atau mengukuhkan seseorang ke dalam suatu jabatan atau tingkatan tertentu. Dalam Sarapala, istrenan dilakukan ketika seorang murid atau anggota secara resmi dinyatakan lulus atau naik tingkat setelah menguasai ilmu manah, silat, dan ngaji.