Kesaksian Warga Lihat 2 Motor Balapan Sebelum Kecelakaan Maut di Kotamobagu, 2 Orang Tewas & 2 Luka
Tribunnews
0:00 / 0:00
Kesaksian Warga Lihat 2 Motor Balapan Sebelum Kecelakaan Maut di Kotamobagu, 2 Orang Tewas & 2 Luka
647 просмотров · 2 часа назад
Tribunnews
15,6 млн подписчиков
647 просмотров · 2 часа назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Adampe Dolot, Kotamobagu, Sulawesi Utara, pada Minggu (20/9/2026) diduga bermula saat dua motor melaju kencang dan saling kejar-kejaran.
Seorang saksi, Irfan, mengatakan dua motor tersebut melaju dari arah Lapangan Mogolaing menuju Paris Superstore.
Saat melaju kencang, kedua pengendara dikejutkan dengan mobil yang keluar dari salah satu lorong dan berusaha menghindar.
Namun, saat menghindar, kedua motor justru bertabrakan dengan motor dari arah berlawanan yang ditumpangi seorang pria dan perempuan.
Irfan menyebut dua motor tersebut melaju dengan kecepatan tinggi hingga tabrakan tak terhindarkan.
Saksi lainnya, Gufran, mengaku mendengar suara benturan keras seperti bom saat kecelakaan terjadi.
Warga yang datang ke lokasi kemudian langsung membantu mengevakuasi para korban ke RSU Monompia Kotamobagu.
Total ada empat korban dalam kecelakaan tersebut. Dua korban, yakni Agung Sanjaya Paputungan dan Irwansyah Daeng Matara, meninggal dunia.
Sementara dua korban lainnya, Indri Usman dan Kava Aditia Paputungan, masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Agung sempat mendapat perawatan hampir dua jam sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Sementara istrinya, Indri Usman, mengalami luka robek cukup serius di bagian kepala
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul 5 Fakta Kecelakaan Maut di Mogolaing Kotamobagu, Korban Suami Istri Baru Nikah, Ada 2 Motor Balapan, https://manado.tribunnews.com/kotamob....
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Dewangga Ardhiananta
Program: Live Tribunnews Update
Host: Rima Anggi Pratiwi
Editor Video: Januar Imani Ramadhan
Reporter: Nielton Durado