Перейти к содержимому

Tari Baris Katekok Jago (Desa Adat Tegal, Desa Darmasaba)

Desa Darmasaba

0:00 / 0:00

Tari Baris Katekok Jago (Desa Adat Tegal, Desa Darmasaba)

3 342 просмотра · 4 года назад
Desa Darmasaba
597 подписчиков
3 342 просмотра · 4 года назад
Tari Baris Katekok Jago Beraneka ragam kesenian tari yang sangat erat kaitannya dengan prosesi keagamaan di Bali dikelompokan kedalam 3 kelompok berdasarkan fungsi dan maknanya, yaitu : -Tari Bali atau Wali -Tari Bebali, dan -Tari Balih-balihan. Tarian yang hanya dipentaskan pada saat upacara keagamaan termasuk kedalam kelompok tari Bali atau Wali yang tidak mengandung cerita,hanya mengandung simbolis religius, seperti terlukis dalam tarian Rejang, Sang Hyang, Baris Gede dan masih banyak lagi yang lainnya, Nah! Sangat penting untuk diketahui bahwa di Desa Adat Tegal Desa Darmasaba Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung terdapat suatu tarian Wali yang sangat klasik, yaitu Baris Ketekok Jago yang memiliki nilai Filosofis, Historikal, dan Budaya Religius Adi Luhung. Disampaikan oleh Ida Pedanda Made Tembau Wanasara Griya Gede Manuaba Kulwan Wanasara Desa Adat Tegal Darmasaba. Tari Baris ini sebagai Tarian Sakral yang ditarikan untuk mengiringi setiap upacara Dewa Yadnya dan Pitra Yadnya pada tingkat madya dan tingkat utama sebagai simbol dari kesatria yang mengawal turunnya para Dewa ke Bumi di setiap prosesi upacara Dewa Yadnya dan untuk mengawal para arwah menuju tempatnya pada upacara Pitra Yadnya (Ngaben). memiliki filosofis sebagai bentuk keseimbangan alam sehingga dapat menetralisir energi negatif (ilmu hitam) sehingga kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan baik. Secara sosio historis Tari Baris Ketekok Jago di Desa Adat Tegal adalah simbol dari Pasukan Prabu Erlangga. Dikutip dari salah satu sumber tokoh/penglingsir I Ketut Rinus mengatakan Tari Baris Ketekok Jago adalah tari Baris Wali yang ditarikan oleh sejumlah laki-laki dewasa dengan membawa senjata “Tombak Poleng”. Konon asal mula terbentuknya sekaa Tari Baris Ketekok Jago yang ada di Desa Adat Tegal ini adalah atas prakarsa “Sekaa Majukut” kelompok tani yang di pimpin oleh alm I Wayan Ngilis yang telah ada sejak tahun 1927, bertempat di pura Dalem Gegelang Desa Adat Tegal dan hingga saat ini masih dilestarikan. Seseorang yang menjadi penari Baris Ketekok Jago bukan hanya semata-mata berbekal keahlian sebagai seorang penari saja tetapi ini sangatlah pingit wajib terlebih dahulu mengikuti beberapa prosesi seperti pawintenan. Menurut I Ketut Rinus juga untuk prosesi yang dilaksanakan menjelang pentas, pada saat pentas, dan pada akhir pementasan, banten yang digunakan sebagai berikut : Daksina Gede, Peras Ajengan, Pangeresikan / Biakaonan, Nasi Rongan, Ulam/ lauk pauk karangan, Pajegan dengan Ulam Pajegan, Ketipat/ Ketupat Tampul, Segehan Agung. Sebelum pementasan dimulai sesajen atau banten hendaknya harus dihaturkan, yakni bertujuan untuk memohon keselamatan dan kelancaran kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar senantiasa mendapatkan perlindungan selama pementasan hinga berakhirnya pementasan. Penulis : I Made Budiana (09/10/2021) posted by Admin