Ricuh Bendera Bulan Bintang di Tiro Pidie, Satu Warga Meninggal Dunia dan Sembilan Dirawat
Serambinews
0:00 / 0:00
Ricuh Bendera Bulan Bintang di Tiro Pidie, Satu Warga Meninggal Dunia dan Sembilan Dirawat
7 637 просмотров · 13 ч назад
Serambinews
3,13 млн подписчиков
7 637 просмотров · 13 ч назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar | Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI – Insiden bentrokan yang dipicu pengibaran Bendera Bulan Bintang saat perayaan kenduri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan sembilan lainnya mengalami luka-luka pada Rabu (4/11/2026) malam.
Berdasarkan laporan sementara yang dihimpun, korban meninggal dunia bernama Abzalul Rizal (20), pemuda asal Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro/Truseb, yang mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis di RSUD Tgk Abdullah Syafi'i Beureunuen. Sementara itu, sembilan warga lainnya yang mengalami luka-luka masih menjalani perawatan di RSUD Tgk Abdullah Syafi'i Beureunuen dan RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli.
Data yang diperoleh dari warga di RSUD Tgk Abdullah Syafi'i Beureunuen pada Rabu (4/11/2026) menyebutkan bahwa insiden tersebut bermula dari pengibaran Bendera Bulan Bintang di kompleks meunasah saat peringatan Maulid Nabi Muhammad di Gampong Pulo Keunari. Aparat keamanan yang tiba di lokasi meminta agar bendera tersebut diturunkan hingga memicu terjadinya bentrokan antara warga dan aparat keamanan.
Pascabentrokan, terdengar rentetan letusan senjata api di lokasi kejadian. Rekaman video bentrokan yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kepanikan warga, termasuk sejumlah perempuan dan anak-anak yang berlarian menyelamatkan diri serta mengevakuasi warga yang terluka di tengah suara rentetan letusan senjata api.
Adapun para warga yang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut meliputi Basri Hasan (46) dan Munawir (32) warga Dayah Cot; Muhammad (48), Musliadi (40), Mutia (38), serta Muhammad Rayyan (10) warga Gampong Pulo Keunari; Darul Kamal (52) warga Paya Cot; Juanda Cut Rahman (62) warga Meunasah Mancang; Bukhari (67) warga Barieh; serta Martunis warga Gampong Baroh Lancok, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Salah satu korban, Muhammad Rayyan yang masih berusia sepuluh tahun dan duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar, tampak masih mengalami trauma mendalam.
Sementara itu, Iskandar yang merupakan suami dari korban bernama Mutia saat ditemui di RSUD Tgk Abdullah Syafi'i Beureunuen menuturkan bahwa istrinya turut menjadi korban penganiayaan dan ditemukan tergeletak tidak jauh dari lokasi bentrokan. Ia menyebutkan bahwa siapa pun yang berada di lokasi kejadian pada saat itu turut mengalami tindakan penganiayaan.
Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana, pada Rabu (4/11/2026) membenarkan adanya insiden di Kecamatan Tiro yang menyebabkan satu warga meninggal dunia. Pihak kepolisian sejauh ini belum mengetahui penyebab pasti meninggalnya korban yang mengalami dua luka di bagian kaki serta bagian atas dada tersebut. Selain itu, jajaran kepolisian juga telah menjenguk para korban bentrokan yang tengah dirawat di RSUD Tgk Abdullah Syafi'i Beureunuen.(*)
Video Editor: Muhammad Anshar
=========== Syedara Lon, jangan lupa SUBSCRIBE, SHARE, and COMMENT. Update video viral lainnya: http://bit.ly/serambivideo Update berita terpopuler lainnya: http://bit.ly/SerambinewsPopuler Update info terkini via Serambinews.com: https://aceh.tribunnews.com/ Follow akun Instagram https://bit.ly/IGserambinews Follow akun Twitter http://bit.ly/TwitterSerambinews Follow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBserambinews Follow akun TikTok http://bit.ly/tiktokserambinews