Halaman Kita XI 10 #SMF2026
EstrellasÉxito!!
0:00 / 0:00
Halaman Kita XI 10 #SMF2026
197 просмотров · 6 дней назад
EstrellasÉxito!!
9 подписчиков
197 просмотров · 6 дней назад
Adiya, seorang siswi yang bercita-cita menjadi penulis, memiliki kebiasaan menulis cerita di sela kegiatan sekolah. Ia ingin melanjutkan hidup dengan mengembangkan kemampuannya dalam menulis. Keinginannya bertentangan dengan harapan orang tuanya yang menganggap menulis tidak memiliki masa depan dan menginginkan Adiya masuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Di tengah tekanan tersebut, Dinara, sahabat Adiya sejak kecil, menjadi orang yang selalu mendukung impiannya. Menjelang waktu tes, Adiya dan Dinara bersama-sama mempersiapkan diri untuk masuk perguruan tinggi.
Hasil tes diumumkan. Dinara berhasil diterima, sedangkan Adiya gagal. Kegagalan tersebut membuat tekanan dari orang tua Adiya semakin besar. Mereka membandingkan Adiya dengan Dinara dan semakin meragukan kemampuannya untuk mengejar cita-citanya sebagai penulis. Adiya yang sudah merasa gagal mulai melihat keberhasilan Dinara sebagai pengingat atas kegagalannya sendiri.
Hubungan Adiya dan Dinara perlahan renggang. Adiya mulai menjauh dan menyimpan rasa benci kepada sahabatnya, meskipun Dinara tidak pernah menyalahkannya. Dinara tetap berusaha mendukung Adiya dan meyakinkannya bahwa impian menjadi penulis adalah pilihan Adiya sendiri. Adiya mengabaikan perkataan tersebut.
Suatu hari, Dinara bertemu Adiya sendirian di sebuah tempat umum. Dinara memberikan sebuah buku miliknya dan menyarankan Adiya untuk membacanya serta mencoba mengikuti lomba menulis. Adiya menerima buku tersebut, tetapi tidak pernah membukanya.
Saat merapikan kamarnya, Adiya menemukan foto persahabatannya dengan Dinara ketika mereka masih berteman baik. Kenangan tersebut membuat Adiya kembali memikirkan persahabatan mereka dan mengambil buku pemberian Dinara. Ia mulai membacanya dan kembali menemukan alasan untuk memperjuangkan keinginannya menjadi penulis.
Adiya memutuskan untuk menentukan arah hidupnya sendiri. Keputusan tersebut kembali mendapat penolakan dari orang tuanya. Adiya tetap bertahan dan menunjukkan keseriusannya melalui tulisan-tulisan yang terus ia buat. Melihat kegigihan Adiya, orang tuanya akhirnya memberikan kesempatan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Waktu berlalu. Dinara menemukan foto persahabatan mereka di antara tumpukan buku yang ditulis Adiya. Foto yang dahulu menjadi kenangan masa kecil mereka kini berada di antara karya-karya yang lahir dari perjalanan Adiya mengejar impiannya.
#SMAN1MAGETAN
#SMF2026
#65THSMASAANNIVERSARY
#EMPOWERTHEFUTURE
#UNLOCKYOURPOTENTIAL