MURTAD (Kitab Irsyadul 'Ibad Ila Sabilir Rasyad, karya Syekh Zainuddin, diasuh Dr. KH Isroqunnajah)
Masjid Al-Isti'dad
0:00 / 0:00
MURTAD (Kitab Irsyadul 'Ibad Ila Sabilir Rasyad, karya Syekh Zainuddin, diasuh Dr. KH Isroqunnajah)
44 просмотра · Трансляция закончилась 11 дн. назад
Masjid Al-Isti'dad
148 подписчиков
44 просмотра · Трансляция закончилась 11 дн. назад
MURTAD
(Kitab Irsyadul 'Ibad Ila Sabilir Rasyad, karya Syekh Zainuddin, diasuh Dr. KH. Isroqunnajah)
Murtad itu termasuk kekafiran yang terkeji. Dalam hal ini, Allah swt berfirman:
Artinya: “Sesungguhnya Allah swt tidak mengampuni dosa mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Dan Dia mengampuni dosa selain sirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah swt, sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (Qs. An-Nisa:’116).
Dalam ayat-Nya yang lain, Allah swt berfirman:
Artinya: “Sesungguhnya siapa yang mempersekutukan Allah swt, berarti Allah swt telah mengharamkan surga padanya, dan tempatnya pasti dalam neraka. Dan orang-orang yang dzalim tidak mempunyai pembela yang membantunya. (Qs. Al-Maidah: 72).
Rasulullah saw bersabda:
Artinya: “Dari Abi Darda’ ra berkata: Bahwasannya kekasihku Rasulullah saw pernah memberikan wasiat kepadaku:
Janganlah kamu menyekutukan Allah swt dengan sesuatu sekalipun kamu dipotong-potong atau dibakar. Janganlah kamu meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja. Barangsiapa yang meninggalkannya dengan sengaja maka sungguh telah lepas dari tanggung jawab Allah swt (untuk tidak disiksa dalam neraka).Dan Janganlah meminum khamer, sebab ia adalah kunci segala kejahatan.” (HR. Ibnu Majah dan Al-Baihaqi).
Imam Thabrani juga meriwayatkan sebagai berikut:
Artinya: “Barangsiapa yang mengganti agamanya (keluar dari agama Islam) maka bunuhlah. Dan Allah swt tidak akan menerima taubatnya seorang hamba yang kafir setelah memeluk Islam (selama masih dalam kekafirannya)
Imam Syafi’i dan Baihaqi meriwayatkan sebagai berikut:
Artinya: “Barangsiapa yang mengganti agamanya (Islam dengan agama lain) maka penggallah lehernya.” Semoga Allah swt melindungi kami dari perbuatan murtad dengan kemurahan-Nya dan karunia-Nya.
Keterangan
Abdul Mutholib merupakan paman yang selalu mencintai dan membela Nabi Muhammad. Saat meninggal Abdul Mutholib tetap tidak mau memeluk agama Islam. Nabi Muhammad merasa sangat sedih. Allah kemudian berfirman yang artinya “Dirimu benar-benar tidak bisa memberikan petunjuk kepada orang-orang yang kamu inginkan, karena hanya Allah yang bisa memberikan petunjuk kepada siapapun yang diinginkan”. Allah hanya memilih orang-orang yang dicintainya untuk memeluk agama Islam. Siapapun yang diberi anugerah tersebut berarti mendapatkan karunia besar. Rosulullah bersabda “Sungguh beruntung orang yang beriman kepadaku padahal mereka tidak pernah bertemu denganku”.
Imam Hudal bin Iad mempunyai santri pintar yang sedang sekarat. Beliau kemudian mendatanginya dan membacakan surat yasin. Tetapi santrinya menolak untuk dibacakan surat Yasin. Kemudian beliau membaca Lailahaillallah, tetapi ditolak lagi oleh santrinya. Santri tersebut kemudian meninggal dalam keadaan suul khotimah. Imam Hudal merasa sedih sehingga selama 40 hari tidak keluar rumah dan selalu bertanya mengapa santrinya meninggal suul khotimah. Suatu waktu Imam Hudal bermimpi santrinya berada di neraka dan disiksa. Imam Hudal kemudian bertanya mengapa dia disiksa. Santri tersebut menjawab bahwa dia disiksa karena suka mengadu domba dan iri hati. Saat sakit seorang dokter meyakinkan bahwa dirinya kalau ingin sembuh setiap hari harus minum arak, sehingga dia minum arak.
Tidak ada bisa yang tidak bisa diampuni oleh Allah kecuali kufur dan murtad. Kufur adalah orang yang dari awal tidak beriman kepada Allah. Murtad adalah orang yang pertamanya beriman kepada Allah kemudian tidak beriman. Jika murtad sampai 3 kali maka tidak ada ampunan dari Allah.
Orang yang berbuat dosa mempunyai kesempatan mendapatkan ampunan dari Allah dengan bertaubat kepada Allah. Tata cara melakukan taubat adalah berikut ini.
1. Menyesal terhadap dosa yang dilakukan.
2. Memutus dari penyebab dosa
3. Mempunyai keinginan segala kebaikan
Nikmat yang paling besar dari Allah adalah nikmat iman, karena akan tetap bisa dinikmati sampai hari kiamat. Sementara nikmat dunia hanya bisa dinikmati ketika masih di dunia saja.
Dewi Masyitoh adalah tukang sisir putri fir’aun yang suatu ketika sisirnya jatuh dan berkata ‘Innalillah’. Mendengar hal tersebut anak firaun melapor kepada Fira'un bahwa Dwi Masyitoh mempunyai agama berbeda sehingga Fir’aun dan dia marah. Lalu Dewi Masyitoh disuruh mengikuti agama Fira'un tetapi tidak mau. Fira'un membunuh satu per satu anaknya, lalu suaminya dan dirinya dimasukkan ke air mendidih. Dewi Masyitoh menerima semua perlakuan tersebut untuk tidak keluar dari agama Allah.
Ayo Tiap hari ngaji kitap kuning di:
https://chat.whatsapp.com/E1AkiLRnvFG...
Simak Vidio nya di:
https://www.youtube.com/live/VHMOVLXuiBE
260921. (Kitab Irsyadul 'Ibad Ila Sabilir Rasyad, karya Syekh Zainuddin, diasuh Dr. KH. Isroqunnajah). Masjid Jami’ AL ISTI’DAD, Jl. Joyo Suryo No. 635 Merjosari-Malang, Jawa Timur, Indonesia. Silahkan DI SHARE. Pertanyaan/konsultasi ke beliau: 0857-8566-9933 / 0852 33 1111 74.