KUMPUL SUDARA
IKASSI TV
0:00 / 0:00
KUMPUL SUDARA
4 269 просмотров · 4 месяца назад
IKASSI TV
427 подписчиков
4 269 просмотров · 4 месяца назад
Judul : KUMPUL sdara
Cipta : Dhino Pattisahusiwa
Penyanyi : Ema Pical, Ita Pelupessy, Eda Sanaky.
Studio Record : FS Record Ambon
Musik Arrangement : Jefri Banama
Musik Ai : Nasta Toekan
Vidio : Luth Kaplale, Evol Saimima, Chen Toisuta, Ichan Sallatalohy.
Eksekutif Produser : Halid Pattisahusiwa
Bulan Mei 2026, boleh dikata sebagai bulan hujan. Ini tak salah, karena hampir mendekat separuh bulan ini, hujan tak pernah absen dari hari ke hari.
Selain hujan, mungkin untuk Ambon dan Masohi khususnya, ada juga hadir penomena baru. Memang tidak semua, tapi lebih khusus bagi warga Siri Sori Islam yang berdiam di dua kota ini.
Ada trand baru yang muncul di moment jelang pelantikan raja Negeri Siri Sori Islam. Tampilnya sejumlah anak negeri yang berpartisipasi memeriahkan acara akbar ini dengan menyuguhkan lagu-lagu berciri khas kampung.
Dari sekian anak negeri ini boleh kita sebut mereka adalah penyanyi. Ini karena separuh aktifitas mereka diluangkan untuk bernyanyi. Nah, kahadiran para penyanyi ini tidak membuat orang menjadi kaget, karena bagi warga kehadiran meraka di media sosial sudah menjadi hal biasa.
Selain para penyanyi ini, ternyata ada pula tiga sosok ibu yang bagi saya bisa memberi efek kejut yang luar biasa di ruang-ruang publik medsos.
Mereka menamakan diri sebagai 'The Mothers' yang terdiri dari Mema (mama Ema) Mita (mama Ita) dan meda ( mama Edha).
Mereka tidak mengklaim diri sebagai penyanyi. Meskipun Mema merupakan biduan yang pernah dikenal di masa remajanya dengan suara merdu dan khas.
Namun dengan kehadiran mereka bertiga, mereka pun sepakat bahwa mereka bukan penyanyi, tapi hanya mau bernyanyi. Pengakuan ini menjadi hal yang lumra, karena niat mereka hanya ingin meramaikan momentum ini.
Di awal tampilan perdana The Mothers, meraka sukses melantunkan dua buah lagu masing-masing Kampung Elhau dan Kumpul Sudara.
Dua lagu bergendre pop ini, ternyata bikin separuh orang mulai kaget. Ada yang kagum dengan syair lagunya, musiknya bahkan memuji penampilan mereka.
Di ruang studio FS Record Ambon, Mema, Mita dan Meda tampil dengan percaya diri yang tinggi. Hasilnya pun lumayan.
Tapi layaknya pendatang baru, ketiganya pun sempat menerima cemohan karena dinilai tidak layak bla....bla....
Padahal kehadiran mereka tanpa motivasi dan niat menjadi penyanyi profesional.
Mema, Mita dan Meda adalah bentuk cinta yang tulus terhadap dunia seni. Hanya itu. Tak ada hal lain yang ingin dikejar. Maka kehadiran mereka patutnya mendapat apresiasi yang tinggi.
Satu hal yang pasti harus diketahui, bahwa mereka punya suara yang bagus. Tidak fals dan pantas bernyanyi. Maka tak salah mereka memilih jalan bernyanyi untuk memeriahkan hingar bingar yang ada saat ini.
Lantas apakah kehadiran mereka di dunia hiburan lokal menjadi sesuatu yang dilarang? Tentu tidak. The Mothers punya hak yang sama untuk bernyanyi, karena memang meraka pantas bernyanyi.
Menyimak "The Mothers" seperti halnya menemukan taman bunga di tengah hutan belantara. Karena kehadiran mereka tidak disangka, tapi ternyata dua lagu yang mereka lantunkan cukup menggoda telinga pendengar untuk terus menyimaknya.
Semoga kita semua terhibur dengan alunan suara mereka.....wassalam