Перейти к содержимому

Cara Turun Berat Badan 30KG Lebih Cuma Dalam 5 Bulan - Pola Makan, OMAD, Konsul Dokter Gizi

Bima Riyanto

0:00 / 0:00

Cara Turun Berat Badan 30KG Lebih Cuma Dalam 5 Bulan - Pola Makan, OMAD, Konsul Dokter Gizi

41 631 просмотр · 3 недели назад
Bima Riyanto
7,96 тыс. подписчиков
41 631 просмотр · 3 недели назад
Di video kali ini gw mau cerita secara lengkap tentang perjalanan menurunkan berat badan lebih dari 30 kilogram, dari awal mula, motivasi, perjuangan, perubahan pola makan, sampai akhirnya gw konsultasi ke dokter gizi. Menariknya, sebagian besar proses ini gw jalani tanpa program olahraga yang terstruktur. Awalnya semua bermula dari masalah lambung saat Ramadan 2025 yang membuat pola makan berubah cukup drastis. Dari yang tadinya makan berat 3 kali sehari, perlahan berubah menjadi pola makan yang jauh lebih sedikit. Terus gw mulai intermittent fasting, dari sekitar 16 jam sampai akhirnya masuk ke pola 24 jam atau OMAD. Berat badan memang turun cukup signifikan, tapi setelah konsultasi dengan dokter gizi dan melakukan body composition analysis, gw justru menemukan fakta yang cukup penting: turun berat badan ternyata nggak selalu berarti komposisi tubuh sudah ideal. Di video ini gw bakal cerita semuanya secara terbuka: 00:00 Intro 01:00 Motivasi Awal 03:44 Proses & Keluh Kesah 06:20 Perjuangan mengubah pola makan 08:58 Konsul Dokter Gizi 13:55 Kondisi Saat Ini 15:31 Manfaat Yang Dirasa Sekarang 17:51 Pain Points 19:50 Tips Diet Pamungkas 24:46 Kapan Harus Mulai Dan kalau ada satu hal yang gw pelajari dari perjalanan ini, mungkin bukan sekadar "cara menurunkan berat badan". Menurut gw yang jauh lebih penting adalah belajar memahami tubuh sendiri, memahami apa yang kita makan, memahami kebutuhan kalori, mengurangi ultra-processed food, membatasi gula, dan mulai punya kesadaran terhadap kesehatan sebelum tubuh kita sendiri yang memberikan warning. Tapi perlu gw tekankan juga: pengalaman gw bukan berarti bisa dijadikan template diet untuk semua orang. Bahkan pola makan gw yang cukup ekstrem akhirnya justru perlu dikoreksi setelah konsultasi dengan dokter gizi. Jadi kalau lu pada sedang menjalani perjalanan yang sama, jangan cuma mengejar angka di timbangan. Perhatikan juga kesehatan, komposisi tubuh, asupan nutrisi, aktivitas fisik, dan kalau diperlukan, konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang kompeten. Semoga cerita gw kali ini bisa memberikan inspirasi atau setidaknya jadi teman buat lu yang mungkin sedang berusaha mengubah gaya hidup. Dan tenang... Konten berikutnya kita balik lagi ke gitar-gitaran. Kali ini nggak ada gitaran-gitarannya dulu.