Перейти к содержимому

LANTANG & MERINDING! KH. Rahmatullah Skakmat Yang Suka Membid'ahkan Maulid Nabi

PENGAOSAN

0:00 / 0:00

LANTANG & MERINDING! KH. Rahmatullah Skakmat Yang Suka Membid'ahkan Maulid Nabi

427 просмотров · 8 дней назад
PENGAOSAN
3,14 тыс. подписчиков
427 просмотров · 8 дней назад
Judul Ceramah: LANTANG & MERINDING! KH. Rahmatullah Skakmat Yang Suka Membid'ahkan Maulid Nabi Penceramah: KH. Rahmatullah (Teluk Bako) Lokasi Acara: Masjid Agung Kesultanan Banten, Kasemen, Kota Serang Channel: PENGAOSAN Tautan Video:    • LANTANG & MERINDING! KH. Rahmatullah Skakm...   Ringkasan Isi Ceramah: Dalam ceramahnya yang berapi-api namun dibumbui humor khas Banten, KH. Rahmatullah menyampaikan pesan mendalam terkait keutamaan dan sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Beliau secara tegas membantah kelompok yang mengharamkan atau membid'ahkan tradisi Maulid dan ziarah kubur. Beliau menguraikan asal-usul sejarah Maulid (dimulai oleh Sultan Salahuddin al-Ayyubi dan Raja Malik Mudhaffar Abu Said yang bersedekah dalam jumlah sangat besar), memaparkan pembagian bid'ah menurut pembagian hukum Islam (termasuk bid'ah wajibah seperti belajar Nahwu-Saraf dan bid'ah mahmudah/hasanah), serta menekankan pentingnya menghormati jasa para ulama Banten dan Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Stempel Waktu (Timestamp) Ceramah [00:00] - Pembukaan ceramah, pembacaan salam, muqaddimah ayat Al-Qur'an, dan hadis Nabi. [02:18] - Penghormatan kepada para tokoh masyarakat, Camat, Danramil, Lurah Kesemen, serta Keluarga Besar Kesultanan Banten (Tubagus Kiai Ulumuddin, Tubagus Zulfiqar Abbas, dkk.). [03:36] - Pengantar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 12 Rabiul Awal di kawasan Masjid Agung Kesultanan Banten. [07:00] - Penegasan untuk terus memegang teguh ajaran Nabi Muhammad SAW dan mengikuti patokan ulama/kiai Banten. [08:06] - Bantahan tegas terhadap pihak yang suka membid'ahkan peringatan Maulid Nabi SAW. [10:33] - Dalil peringatan Maulid dari hadis shahih tentang puasa hari Senin sebagai bentuk rasa syukur Nabi atas hari kelahirannya. [12:13] - Sejarah pertama peringatan Maulid Nabi secara besar-besaran oleh Sultan Salahuddin al-Ayyubi dan Raja Malik Mudhaffar Abu Said di Irak. [13:00] - Rincian besarnya sedekah Raja Malik Mudhaffar pada Maulid Nabi (300.000 Dinar emas, 5.000 domba, 10.000 ayam bangkok, 100 kuda, dan 100.000 telur). [18:06] - Tradisi jamuan makan dan sedekah makanan Maulid di Tanah Banten. [23:00] - Pembahasan Surat Al-Ahzab ayat 56 mengenai perintah berselawat kepada Nabi Muhammad SAW. [24:20] - Keutamaan menyebut ucapan Sayyidina sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan kepada Rasulullah SAW. [28:01] - Keutamaan berziarah kubur (tawasul) kepada para Aulia Allah, khususnya Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan Syekh Asnawi. [31:40] - Janji Allah dalam Al-Qur'an bagi orang yang bersyukur dan bersedekah untuk Maulid Nabi. [33:13] - Pembagian Hukum Bid'ah (Bid'ah Wajib, Bid'ah Haram, Bid'ah Sunnah, Bid'ah Makruh, Bid'ah Mubah) menurut pandangan ulama seperti Imam Asy-Syafi'i. [33:58] - Contoh Bid'ah Haram (Praktik sesajen makanan/rokok untuk roh orang mati di sudut rumah). [36:17] - Contoh Bid'ah Wajib (Kewajiban mempelajari ilmu Nahwu dan Saraf untuk memahami Al-Qur'an dan Hadis). [38:20] - Penghormatan kepada generasi ulama sepuh Banten dan ajakan memuliakan para anak yatim piatu. [42:13] - Keutamaan menafkahkan harta untuk Peringatan Maulid Nabi sebagaimana ditegaskan oleh Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. [46:43] - Kebesaran ulama Banten di mata dunia, seperti kealiman Syekh Nawawi al-Bantani. [52:54] - Peringatan tentang fenomena akhir zaman di mana manusia mulai mengabaikan dan menjauhi para ulama. [54:16] - Keutamaan dan kewajiban menghormati serta memuliakan ulama/kiai melebihi pejabat. [59:32] - Himbauan kepada para Kepala Desa/Lurah dan warga Banten untuk terus menyemarakkan tradisi Peringatan Maulid Nabi setiap tahunnya. [01:00:10] - Penutup ceramah dan doa keberkahan.