Перейти к содержимому

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Ancam Setop Ekspor Energi Jika RI Tak Dihargai!

TribunJakarta Official

0:00 / 0:00

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Ancam Setop Ekspor Energi Jika RI Tak Dihargai!

8 826 просмотров · 6 часов назад
TribunJakarta Official
2,53 млн подписчиков
8 826 просмотров · 6 часов назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUNJAKARTA.COM - Pemerintah Indonesia mulai mengambil langkah tegas dengan memangkas ekspor gas bumi ke Singapura sebesar 31 miliar British Thermal Unit per hari (BBTUD) terhitung sejak Sabtu (24/10/2026). Kebijakan ini diambil guna mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi bagi ketahanan energi dalam negeri, khususnya dalam mendukung sektor industri nasional. Pemangkasan pasokan tersebut disalurkan melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Pengurangan ekspor ini mencakup pasokan dari dua wilayah utama, yakni Natuna dan Sumatra. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto merinci bahwa pengurangan tersebut terdiri atas 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatra. "Kebijakan strategis ini murni bertujuan untuk mengoptimalkan pasokan energi bagi kepentingan domestik," kata Djoko di Jakarta, Minggu (25/10/2026). Bahlil Ancam Evaluasi Kontrak dan Setop Ekspor Energi Kebijakan pemangkasan pasokan gas ini beriringan dengan pernyataan keras yang dilontarkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Bahlil menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengevaluasi kontrak energi dengan negara-negara mitra yang dinilai tidak kooperatif dan tidak saling menghargai. Peringatan tersebut disampaikan Bahlil dalam rekaman pernyataan yang dikutip dari kanal YouTube Kementerian ESDM, Kamis (22/10/2026). "Terkait dengan ketahanan energi kita, saya akan melakukan evaluasi kontrak dengan negara-negara lain yang tidak kooperatif, yang tidak saling menghargai antara hubungan sama negara," ujar Bahlil. Lebih lanjut, Bahlil menegaskan bahwa dirinya tidak akan ragu mempertimbangkan opsi penghentian ekspor energi kepada negara mana pun yang dinilai mengabaikan sikap saling menghargai dengan Indonesia. "Saya akan melakukan evaluasi dan saya tidak segan-segan untuk mempertimbangkan untuk tidak melakukan ekspor kepada negara mereka yang tidak menghargai Indonesia," lanjut Bahlil. Meski demikian, Bahlil tidak menyebut secara eksplisit apakah Singapura menjadi negara yang dimaksud dalam peringatan tersebut. Penghentian atau evaluasi kontrak ini tetap diletakkan dalam kerangka penempatan kepentingan nasional sebagai prioritas utama tata kelola energi. Pengaturan kembali alokasi gas antara pasar ekspor dan domestik menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas produksi serta daya saing industri dalam negeri. Ke depan, efektivitas kebijakan ini akan sangat bergantung pada realisasi distribusi gas ke sektor industri serta langkah konkret pemerintah dalam mengevaluasi kerja sama bilateral di bidang energi. Artikel ini telah tayang di Tribundepok.com dengan judul Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil Lahadalia: Saya Tidak Segan Setop, https://depok.tribunnews.com/news/531.... Penulis: Desy Selviany | Editor: Hironimus Rama Editor Video: Ilham Bintang Anugerah Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJakarta.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: YouTube:    / @tribunjakarta   Facebook: https://www.facebook.com/profile.php?... Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaS7... TikTok: https://www.tiktok.com/@tribun.jakart... ​Instagram:   / tribunjakarta   #BahlilLahadalia #EksporGas #Singapura #Indonesia #SKKMigas #DjokoSiswanto #GasBumi #EnergiIndonesia #KetahananEnergi #KementerianESDM #Prabowo #BeritaBahlil #BeritaTerkini #BeritaPolitik #BeritaEkonomi #EksporEnergi #GasNatuna #GasSumatra #IndustriNasional #breakingnews