Перейти к содержимому

[FULL] Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Prabowo, Pakar: Bukti Serangan Telak Bagi Presiden

Tribunnews

0:00 / 0:00

[FULL] Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Prabowo, Pakar: Bukti Serangan Telak Bagi Presiden

38 719 просмотров · 6 ч назад
Tribunnews
15,7 млн подписчиков
38 719 просмотров · 6 ч назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret nama mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo menjadi tamparan bagi pemerintahan Prabowo. Menurut Fernando, hal tersebut menjadi persoalan serius lantaran sosok yang diduga terlibat dalam penyadapan merupakan orang yang berada di lingkaran dekat Presiden. Fernando mempertanyakan alasan Listyo Sigit justru diangkat menjadi Kepala Staf Presiden setelah tidak lagi menjabat sebagai Kapolri. Padahal, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam kasus tersebut, dugaan penyadapan disebut telah berlangsung sejak 2025. Ia pun mempertanyakan kemungkinan adanya kepentingan politik di balik dugaan penyadapan tersebut. Fernando bahkan melontarkan spekulasi bahwa Listyo Sigit mungkin memiliki ambisi politik tersendiri, termasuk menggantikan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden atau maju dalam Pilpres 2029. Meski demikian, ia menegaskan bahwa dugaan tersebut masih harus dibuktikan dan tidak boleh langsung dikaitkan dengan kelompok politik tertentu. Lebih lanjut, Fernando menilai gejolak yang dihadapi Prabowo saat ini bukan semata-mata konflik dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Menurutnya, persoalan yang lebih besar justru merupakan gejolak antara pemerintahan Prabowo dengan masyarakat. Ia menilai kekecewaan publik muncul akibat sejumlah janji pemerintahan yang belum terealisasi sesuai harapan. Fernando juga menduga pengungkapan kasus penyadapan tersebut berpotensi mengalihkan perhatian masyarakat dari persoalan-persoalan yang lebih besar. Ia pun meminta Prabowo mengevaluasi orang-orang di lingkaran kekuasaannya dan melakukan pembenahan kabinet. Fernando menegaskan, pengangkatan para menteri dan pejabat merupakan hak prerogatif Presiden. Karena itu, apabila terdapat anggota kabinet yang gagal menjalankan tugas atau menyalahgunakan kekuasaan, tanggung jawab politik tetap berada pada Prabowo. Bahkan, Fernando mengaku ragu Prabowo mampu menuntaskan masa kepemimpinannya hingga 2029 apabila tidak segera memperbaiki pola kepemimpinannya. (Tribun-Video.com) Program: Tribunnews On Focus Host: Maria Nanda Ayu Saputri Editor Video: Ni'amu Shoim Assari Alfani Uploader: Panji Anggoro Putro