Paceklik e Dunyo: Bukan Sekadar Kekurangan Pangan, tetapi Kehilangan Rasa Syukur
Langit Dalam
0:00 / 0:00
Paceklik e Dunyo: Bukan Sekadar Kekurangan Pangan, tetapi Kehilangan Rasa Syukur
241 просмотр · 4 дн. назад
Langit Dalam
98 подписчиков
241 просмотр · 4 дн. назад
*PERNahkah kita merasa bahwa semakin banyak harta yang dikumpulkan, justru semakin kosong hati manusia?*
*Inilah PACEKLIK E DUNYO — sebuah kidung Jawa tentang dunia yang perlahan kehilangan rasa syukur dan welas asih.*
Bukan sekadar tentang kemiskinan dan kekurangan pangan. Ada paceklik yang jauh lebih menyedihkan: ketika manusia semakin sibuk mengejar kekayaan, memburu pujian dunia, menumpuk harta, tetapi mulai melupakan keluarga, sesama manusia, dan Sang Pencipta.
Melalui perpaduan musik gamelan Jawa yang megah, suling yang menyayat hati, alunan rebab yang menyimpan kesedihan, serta vokal perempuan dengan nuansa sinden yang penuh penghayatan, lagu ini mengajak kita menyelami perjalanan batin tentang kehidupan.
Berlatar keindahan dan suasana mistis Gunung Kawi, Jawa Timur, video musik ini menggambarkan perjalanan seorang perempuan Jawa yang menyaksikan kerasnya kehidupan, kemarau, penderitaan, badai, hingga akhirnya menemukan kembali makna syukur, keikhlasan dan cinta terhadap sesama.
*ADA PESAN YANG INGIN KITA RENUNGKAN:*
Ketika harta semakin menumpuk, apakah hati kita semakin kaya?
Ketika dunia semakin memuja kemewahan, apakah kita masih ingat kepada orang-orang yang menunggu kehadiran kita di rumah?
Ketika kesibukan mengejar dunia semakin menyita waktu, apakah kita masih memiliki ruang untuk bersyukur dan menolong sesama?
Sebab pada akhirnya, kemegahan dunia akan ditinggalkan. Nama, jabatan, kekayaan dan segala yang kita banggakan tidak akan selamanya bersama kita.
*Elinga, sedulur...*
Ing dunyo mung mampir ngombe.
Sing digowo bali mung amal lan tresno marang sasama.
Dunia hanyalah tempat persinggahan. Yang akan selalu memiliki makna adalah kebaikan yang pernah kita lakukan dan kasih sayang yang kita berikan kepada sesama.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
🎵 *JUDUL: PACEKLIK E DUNYO*
🎼 Genre: Modern Traditional Javanese Spiritual Folk
🎶 Aransemen: Cinematic Gamelan Jawa Modern
🎻 Instrumen: Gong Ageng, Bonang, Gender, Saron, Demung, Kenong, Kempul, Rebab, Suling Jawa dan orkestra sinematik.
🎙️ Vokal: Female Javanese Ethereal Sinden
🏔️ Visual: Perjalanan spiritual di Gunung Kawi, Jawa Timur.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
❤️ *BAGAIMANA MENURUTMU?*
Pernahkah kamu melihat kehidupan ketika seseorang memiliki banyak harta, tetapi kehilangan ketenangan dan kebahagiaan?
Menurutmu, apa yang paling berharga dalam kehidupan: kekayaan, kedudukan, atau hati yang selalu bersyukur?
Tuliskan renunganmu di kolom komentar. Mari berbagi pemikiran dan kebaikan melalui karya ini.
Jika lagu ini menyentuh hatimu:
👍 Berikan LIKE.
💬 TULISKAN pendapatmu di kolom komentar.
🔔 SUBSCRIBE untuk karya musik Jawa, kidung spiritual dan perjalanan kehidupan berikutnya.
📲 BAGIKAN kepada keluarga, sahabat dan orang-orang yang kamu sayangi.
Karena terkadang, sebuah lagu bukan hanya untuk didengarkan, tetapi juga untuk mengingatkan kita tentang arti kehidupan.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
#PaceklikEDunyo #kidungjawa #musikjawa #GamelanJawa #MusikSpiritual #FilosofiJawa #Kejawen #SindenJawa #GunungKawi #ElingLanWaspodo #UripMungMampirNgombe #WelasAsih #RenunganKehidupan #MusikTradisionalModern #lagujawa