GULA GENDING 2.0 | Dari Riset, Bunyi, Tubuh, hingga Panggung
Yagna Semesta Inisiatif
0:00 / 0:00
GULA GENDING 2.0 | Dari Riset, Bunyi, Tubuh, hingga Panggung
132 просмотра · 5 дней назад
Yagna Semesta Inisiatif
242 подписчика
132 просмотра · 5 дней назад
Bagaimana sebuah tradisi berpindah dari jalanan dan ingatan masyarakat menuju panggung pertunjukan?
Video ini merekam cuplikan proses penciptaan karya kreatif inovatif Gula Gending 2.0, yang berangkat dari tradisi Gula Gending masyarakat Kembang Kerang Daya, Lombok Timur.
Proses dimulai dari riset dan observasi lapangan: bertemu para pelaku dan pelestari, mendengarkan cerita tentang rombong, bunyi, perjalanan para penjual gula rambut nenek, serta ingatan yang tumbuh bersama tradisi tersebut.
Dari sana, pengetahuan dan pengalaman itu dibawa ke ruang workshop. Bunyi Gula Gending dikembangkan menjadi komposisi musik, ritmenya diterjemahkan ke dalam gerak tari, cerita dikembangkan menjadi pertunjukan teater, sementara rombong dan berbagai elemen visual diolah menjadi bagian dari tata panggung.
Proses ini mempertemukan musisi, aktor, penari, seniman visual, pelestari tradisi, anak-anak, remaja, dan seniman lintas komunitas dalam satu ruang penciptaan.
Hingga akhirnya, seluruh proses tersebut bermuara pada pementasan Gula Gending 2.0 pada 12 Juni 2026 di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya NTB.
Karya ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan tradisi, melainkan mencoba membaca kembali tradisi melalui bahasa seni pertunjukan hari ini.
Karena tradisi tidak selalu hadir dalam bentuk yang megah.
Kadang ia hidup dalam bunyi sederhana yang menemani masa kecil masyarakat.
Video dokumentasi proses penciptaan oleh Catazkya.
Gula Gending 2.0
Penciptaan Karya Kreatif Inovatif
Didukung oleh Dana Indonesiana dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
#GulaGending20 #GulaGending #DanaIndonesiana #KementerianKebudayaan #KembangKerangDaya #Lombok #SeniTradisi #SeniPertunjukan #BudayaLombok #Catazkya