Перейти к содержимому

Polisi Duga Penyerangan Brutal Warga hingga Pembakaran Lapak Narkoba di Kampung Ambon Ulah Bandar

Tribunnews

0:00 / 0:00

Polisi Duga Penyerangan Brutal Warga hingga Pembakaran Lapak Narkoba di Kampung Ambon Ulah Bandar

21 537 просмотров · 5 ч назад
Tribunnews
15,7 млн подписчиков
21 537 просмотров · 5 ч назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Polisi menduga aksi penyerangan terhadap tiga warga di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, berkaitan dengan penggerebekan lapak narkoba yang dilakukan aparat sehari sebelumnya. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki kemungkinan adanya aksi balasan dari jaringan atau bandar narkoba yang merasa terganggu dengan penertiban tersebut. Dugaan itu muncul setelah sisa bangunan lapak yang sebelumnya ditertibkan petugas gabungan justru terbakar pada Rabu (14/10/2026) malam. Ia menegaskan, polisi akan memburu pihak yang terbukti terlibat apabila kebakaran tersebut merupakan tindakan sengaja yang dilakukan jaringan narkoba. Nasriadi juga memastikan kepolisian tidak akan gentar menghadapi intimidasi dalam upaya pemberantasan narkotika. Sebelum kebakaran terjadi, tiga warga menjadi korban penyerangan oleh sekelompok orang di Jalan Tanggul Timur, tepat di seberang Kampung Ambon, pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Menurut Nasriadi, para korban sedang duduk di pinggir kali ketika sekelompok orang datang menggunakan kendaraan. Para pelaku kemudian turun dan menyerang korban menggunakan senjata tajam serta senjata api. Akibat kejadian itu, dua orang mengalami luka akibat senjata tajam di bagian lengan dan punggung. Sementara itu, satu korban lainnya mengalami luka di telinga yang diduga akibat senjata api. Ketiga korban segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Nasriadi mengatakan, mereka dalam kondisi sadar dan dapat memberikan keterangan awal kepada polisi. Polisi Temukan Dua Proyektil Peluru Setelah menerima laporan penyerangan, personel Polres Metro Jakarta Barat bersama Polda Metro Jaya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dalam pemeriksaan awal, polisi menemukan dua proyektil peluru yang akan diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui jenis dan kalibernya. "Di TKP kita dapatkan dua proyektil peluru. Peluru yang sudah tinggal selongsongnya, dan satu proyektil peluru yang masih utuh. Kita akan cek balistik peluru tersebut," kata Nasriadi. Polisi belum memastikan jenis senjata yang digunakan dalam penyerangan tersebut. Pemeriksaan balistik akan dilakukan untuk membantu mengungkap senjata yang digunakan pelaku. Hingga kini, para pelaku masih diburu. Polisi juga mendalami apakah penyerangan terhadap tiga warga dan kebakaran bekas lapak narkoba memiliki keterkaitan dengan penertiban yang dilakukan sebelumnya. Puluhan Lapak Narkoba Ditertibkan Sebelumnya, petugas gabungan menertibkan sedikitnya 30 lapak semipermanen yang diduga digunakan sebagai tempat transaksi dan konsumsi narkoba di Kampung Ambon pada Selasa (13/10/2026). Bangunan liar tersebut dibongkar menggunakan alat berat, mulai dari area pintu masuk kawasan hingga sekitar aliran Kali Angke. Dalam penyisiran, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba, termasuk alat isap sabu atau bong dan tempat penyimpanan narkotika. Nasriadi menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan dan laporan masyarakat, lapak-lapak tersebut diduga memiliki fungsi berbeda dalam aktivitas peredaran narkoba. Ada pihak yang menyediakan barang, sedangkan pihak lain menyiapkan tempat untuk mengonsumsi narkoba. Penertiban dilakukan untuk memutus rantai peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang meresahkan masyarakat. Meski demikian, dugaan bahwa penyerangan dan kebakaran merupakan bentuk perlawanan jaringan narkoba masih didalami. Polisi belum memastikan keterkaitan kedua peristiwa tersebut dengan penggerebekan sebelumnya. =============== Kericuhan di Kampung Ambon seusai Lapak Narkoba Digerebek, 3 Warga Diserang Pakai Sajam & Senpi Program: Live Tribunnews Update Host: Putri Dwi Arrini Editor Video: Muhammad Taufiq Rahman Setyawan