RENUNGAN KITAB SUCI, Kamis, 19 Agustus 2021, Mat 22:1-14 | Sr. Petronella Br. Karo KSSY
Komisi Kerasulan Kitab Suci KAM
0:00 / 0:00
RENUNGAN KITAB SUCI, Kamis, 19 Agustus 2021, Mat 22:1-14 | Sr. Petronella Br. Karo KSSY
2 298 просмотров · 5 л. назад
Komisi Kerasulan Kitab Suci KAM
29,2 тыс. подписчиков
2 298 просмотров · 5 л. назад
KITA DIPANGGIL APAKAH KITA TERPILIH?
Saudara-saudari yang terkasih, Saya yakin bahwa kita semua pernah mendapat undangan apakah itu undangan pernikahan, kaul kekal, tahbisan, syukuran dan lain-lain. Tanggapan kita terhadap undangan yang diterima sangat ditentukan oleh siapa yang mengundang kita, bagaimana hubungan/relasi kita, sejauh mana orang yang mengundang kita berpengaruh dalam hidup dan karier kita. Kalau undangan dari sahabat dekat, atau pimpinan kita, atau rekan bisnis maka kita akan memberi prioritas terhadap undangan tersebut. Bagaimana dengan si pengundang? Saya kira sama. Orang yang menyelenggarakan pesta pasti mempunyai prioritas siapa yang diundang. Dan sudah pasti si pengundang mengharapkan undangannya direspon dengan baik, yakni hadir dalam perayaan. Jika orang yang diundang dan diharapkan datang, mengabaikan undangan kita pastilah yang muncul rasa kecewa.
Saudara-saudari, Yesus dalam bacaan yang kita dengar mengumpamakan Kerajaan Surga dengan seluruh situasi yang timbul pada saat seorang raja mengadakan pesta perkawinan untuk anaknya. Raja menyampaikan undangan, dan mari kita lihat reaksi/tanggapan para undangan tersebut. Undangan yang pertama, Para undangan tidak mau datang. Undangan kedua, diberi penjelasan rinci tentang persipaan yang diadakan yakni: hidangan telah disediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraan telah disembelih datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi para undangan tidak merespon dengan baik. Mereka sibuk dengan hal-hal yang menurut mereka lebih penting. Bahkan ada di antara orang yang diundang itu justru menangkap dan membunuh suruhan raja ini. Sungguh tragis! Undangan ketiga, semua orang yang dijumpai utusannya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Tapi ketika raja masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta . Ternyata masuk ke dalam perjamuan itu ada inspeksi sehingga orang yang tidak berpakaian pesta disuruh diikat dan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, dimana disana terdapat ratap dan kertak gigi.
Saudara-saudari, respon para undangan tadi menggambarkan sikap orang Yahudi pada zaman-Nya. Semua orang Yahudi memiliki pengharapan akan kedatangan Kerajaan Allah. Apa yang mereka nantikan kini telah tiba, yaitu dalam bentuk undangan masuk dalam perjamuan Allah. Jelas yang Yesus inginkan ialah para pendengar-Nya merespon diri-Nya sebagai penggenap Kerajaan Allah itu. Alih-alih mereka menanggapi dengan baik, mereka justru menolak undangan Yesus, bahkan membunuh-Nya.
Saudara-saudari, undangan Yesus ditujukan kepada setiap orang. Dalam menanggapi undanganNya, penting kita merenungkan siapa Tuhan bagi kita, karena hal ini akan menentukan bagaimana sikap kita dalam menanggapi undanganNya. Jika Tuhan segalanya bagi kita maka kita akan melakukan apa yang dikehendakiNya dan kita akan menanggapi undangan itu dengan baik. Jika Ia penolong bagi kita, maka kita akan menyerahkan seluruh hidup, suka duka kita kepadaNya, undanganNya akan ditanggapi dengan baik dll. Mengaku sebagai pengikut Kristus tetapi tetap hidup sesuai kehendak sendiri, ini sama artinya dengan orang-orang yang diundang, datang ke undangan, namun tidak mengenakan pakaian pesta, masih hidup sama seperti orang yang tidak mengenal Tuhan.
Saudara-saudari, Sikap masa bodoh dan jahat seperti yang dilukiskan dalam perumpamaan ini bisa juga merupakan sikap dan tindakan kita. Bisa jadi kita juga menolak undangan Yesus untuk lebih dekat denganNya, menikmati kebahagiaan bersamaNya dan lebih memilih sibuk dengan urusan pribadi kita. Ingat dalam perumpamaan tadi, Raja tetap melakukan inspeksi terhadap tamu undanganNya. Undangan yang tidak mengenakan pakaian pesta, ditegur dan diperintahkan untuk membinasakannya (Matius 22:11-13). Mengapa Raja menuntut memakai pakaian pesta? Pakaian pesta bermakna simbolis yakni” kebenaran” menyangkut pola hidup dan pola laku yang dituntut dari semua orang yang mau menjadi warga komunitas yang diselamatkan. Pakaian pesta yang dimaksud adalah prilaku, sikap hidup yang baik dan benar sebagai anak-anak Allah. Allah mengundang semua manusia untuk menikmati keselamatan, sukacita dalam kerajaanNya tetapi tetap ada seleksi. Sebab itu Yesus mengingatkan, “banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.” Kita dapat disebut dipilih kalau kita setia kepadaNya sampai akhir. Maka mari kita mengjawab panggilan Tuhan, melakukan kehendakNya dengan sepenuh hati sehingga kita layak menjadi orang pilihanNya. Tuhan memberkati.