Перейти к содержимому

Jogja Dulu, Kini, dan Nanti | Syafiq & Dian | Tourism Triumph Olympic 2026

Syafiq Aufa Tazakka

0:00 / 0:00

Jogja Dulu, Kini, dan Nanti | Syafiq & Dian | Tourism Triumph Olympic 2026

270 просмотров · 11 дней назад
Syafiq Aufa Tazakka
63 подписчика
270 просмотров · 11 дней назад
Film Jogja Dulu, Kini, dan Nanti menggambarkan perjalanan Dian dalam melihat perubahan Yogyakarta dari masa lalu hingga masa kini. Ketika kembali untuk tinggal dan melanjutkan pendidikan, ia menyadari bahwa Jogja bukanlah kota yang berhenti di masa lalu, tetapi terus berkembang mengikuti zaman. Melalui Malioboro, Museum Sonobudoyo, dan The House of Raminten, Dian melihat bahwa modernisasi membawa dua sisi. Perkembangan teknologi dan pariwisata membuat budaya semakin dikenal dan membuka peluang ekonomi, tetapi juga menghadirkan tantangan seperti kepadatan wisatawan, komersialisasi, dan risiko budaya hanya menjadi sesuatu yang dilihat tanpa dipahami. Pada akhirnya, Dian menyadari bahwa Jogja tidak harus memilih antara budaya dan modernisasi. Keduanya dapat berjalan bersama. Karena menjadi modern bukan berarti meninggalkan masa lalu, dan melestarikan budaya bukan berarti menolak perubahan. Budaya akan tetap hidup selama mampu beradaptasi dan terus beresonansi di setiap .