Перейти к содержимому

Wresniwiro: Aktor di Balik Insiden Bawean 2003 Saat F-16 TNI AU Intersep Hornet AS | Brigade Podcast

Kompas.com

0:00 / 0:00

Wresniwiro: Aktor di Balik Insiden Bawean 2003 Saat F-16 TNI AU Intersep Hornet AS | Brigade Podcast

107 400 просмотров · 2 дня назад
Kompas.com
6,23 млн подписчиков
107 400 просмотров · 2 дня назад
Pada 3 Juli 2003, langit Bawean mendadak memanas setelah lima pesawat F/A-18 Hornet milik US Navy terdeteksi dan kemudian diintersep oleh dua pesawat F-16 TNI AU. Dalam situasi tersebut, Marsekal Madya (Purn) Wresniwiro yang ketika itu berada dalam jajaran pengambil keputusan harus menghadapi kondisi yang berpotensi menciptakan ketegangan dengan Amerika Serikat. Ia mengikuti proses identifikasi visual, komunikasi dengan pesawat Amerika, hingga memberikan perintah kepada pasukan agar tak menembak pesawat asing, sekalipun membawa persenjataan lengkap. Namun, jet F-16 TNI AU bahkan sempat dikunci oleh Hornet US Navy dan nyaris ditembak. Timestamp: 00.00 Intro 01.57 Cerita awal munculnya pesawat asing di langit Bawean 05.22 Pengajuan izin identifikasi visual dengan penerjunan F-16 07.30 Situasi di Kohanudnas 08.47 Pelaksanaan identifikasi visual pesawat asing 11.40 Komunikasi dengan Pesawat Amerika 15.42 Pemanggilan oleh Menkopolhukam dan Kedubes Amerika Serikat 16.45 Kronologi penerbangan Pesawat Amerika 20.55 Perintah Marsdya (Purn) Wresniwiro kepada pasukan 23.48 Arti kehadiran pesawat asing bagi kedaulatan RI 25.05 Keputusan bijak 25.48 Alasan Amerika Serikat atas terjadinya insiden Bawean