Перейти к содержимому

Ep. 21 - Mengapa Imajinasi Penting bagi Indonesia? | bersama Hilmar Farid

The Reading Chamber

0:00 / 0:00

Ep. 21 - Mengapa Imajinasi Penting bagi Indonesia? | bersama Hilmar Farid

30 479 просмотров · 1 г. назад
The Reading Chamber
58 тыс. подписчиков
30 479 просмотров · 1 г. назад
Warisan Pramoedya, Fiksi, dan Kekuatan Imajinasi | The Reading Chamber x Hilmar Farid Tahun ini menandai 100 tahun kelahiran Pramoedya Ananta Toer, salah satu suara terbesar dalam sastra Indonesia. Dalam episode spesial The Reading Chamber kali ini, kami berbincang bersama Bapak Hilmar Farid, mantan Direktur Jenderal Kebudayaan, untuk merefleksikan karya-karya Pramoedya yang luar biasa, khususnya Tetralogi Buru yang legendaris, serta relevansinya bagi Indonesia hari ini. Kami membahas sejarah, sastra, serta peran fiksi dan seni dalam membentuk imajinasi kita. Seperti yang disampaikan Hilmar, fiksi dan seni memiliki peran penting karena membuka kemungkinan di luar apa yang sudah dibatasi oleh logika dan kepastian. Imajinasi memungkinkan masyarakat untuk berkembang, bermimpi, dan membayangkan kembali masa depan mereka. 📚 Buku yang dibahas dalam episode ini: Wonder Confronts Certainty – James P. Carse Heracles’ Bow: Essays on the Rhetoric and Poetics of the Law – James Boyd White Diksi dan Gaya Bahasa – Gorys Keraf 9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing – Ivan Lanin Farnsworth’s Classical English Style – Ward Farnsworth Farnsworth’s Classical English Rhetoric – Ward Farnsworth 🎙 Bergabunglah bersama kami dalam percakapan mengenai warisan Pramoedya, persinggungan antara sejarah dan sastra, serta mengapa karya-karya yang penuh ketidakpastian seperti fiksi begitu penting bagi perkembangan budaya sebuah bangsa. #TheReadingChamber #HilmarFarid #PramoedyaAnantaToer #Pramoedya100Years #SastraIndonesia #TetralogiBuru #FiksiDanImajinasi #PodcastIndonesia #Farnsworth #GorysKeraf