Transformasi Foto po Rasa Sayang Pakai AI – Obati Rindu Kenangan Lama
aRiYuDhA SuKaMoTo
0:00 / 0:00
Transformasi Foto po Rasa Sayang Pakai AI – Obati Rindu Kenangan Lama
178 просмотров · 1 дн. назад
aRiYuDhA SuKaMoTo
1,82 тыс. подписчиков
178 просмотров · 1 дн. назад
Perusahaan Otobus (PO) Rasa Sayang didirikan pada tahun 1992 oleh Arif Wijaya di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Berikut adalah ringkasan sejarah dan perkembangan PO Rasa Sayang:
Pendirian dan Awal Mula
• Tahun Berdiri: Didirikan tahun 1992 oleh Arif Wijaya.
• Asal Daerah: Berpusat di Bima, NTB, dan menjadi salah satu PO Rasa Sayang Jaya (operator bus AKAP) legendaris dari wilayah Nusa Tenggara.
• Saingan Berat: Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, PO Rasa Sayang sempat bersaing dengan PO Safety Jaya (atau Septi Jaya) pada trayek jauh, namun pesaing tersebut kemudian tidak lagi beroperasi.
Rute Perjalanan Terjauh
• PO Rasa Sayang terkenal melayani salah satu rute bus terjauh di Indonesia yang melintasi empat pulau (Sumbawa, Lombok, Bali, dan Jawa) dengan tujuan akhir Jakarta.
• Durasi perjalanan pulang-pergi dari Bima menuju Jakarta memakan waktu sekitar 2 hari 3 malam.
• Selain rute Jakarta–Bima, PO ini juga melayani berbagai trayek lain seperti Dompu–Denpasar, Dompu–Semarang, dan Bima–Denpasar.
Karakteristik dan Kunci Sukses
• Semboyan Khas: Memiliki ciri khas tulisan "Ngaha ainaho" di badan bus yang berarti "makan tapi jangan rakus", sebuah pesan moral khas daerah Bima.
• Aturan Ketat Awak Bus: Kesuksesan layanan ditunjang aturan disiplin yang melarang awak bus untuk kebut-kebutan, berjudi, atau mengonsumsi minuman keras demi menjaga kenyamanan penumpang.
• Fasilitas Perjalanan: Menyediakan fasilitas standar seperti AC, televisi, reclining seat, toilet di dalam bus, serta layanan servis makan gratis sebanyak lima kali selama perjalanan jarak jauh.
• Raja Paket: Selain penumpang, PO ini juga dikenal sebagai "raja paket" lintas Nusa Tenggara yang sering membawa kiriman barang dalam jumlah besar.
#Evolutionbusid
#evolution
#bismaniacommunity
#bismania
#busjadul
#transformation
#evolution