Перейти к содержимому

FULL! Dugaan Elite di Balik Rusuh Usai Demo, Polisi Didesak Ungkap Dalangnya | KOMPAS PETANG

KOMPASTV

0:00 / 0:00

FULL! Dugaan Elite di Balik Rusuh Usai Demo, Polisi Didesak Ungkap Dalangnya | KOMPAS PETANG

34 167 просмотров · 13 часов назад
KOMPASTV
20 млн подписчиков
34 167 просмотров · 13 часов назад
JAKARTA, KOMPASTV - Dugaan adanya keterlibatan elite dalam kerusuhan yang terjadi setelah aksi unjuk rasa pada 27 Agustus lalu menjadi sorotan. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menduga terdapat mobilisasi massa tandingan dalam aksi tersebut. "Jadi ada mobilisasi massa tandingan untuk memberi kesan ada kontra demonstrasi, bahkan membenturkan antara sipil dengan sipil sebagai strategi untuk memecah belah kelompok masyarakat," kata Usman di dialog KompasTV, Sabtu (29/8/2026). (timecode 13:55) Usman berharap pemerintah mempertimbangkan pembentukan tim gabungan pencari fakta untuk mengusut secara menyeluruh rangkaian kerusuhan 27 Agustus. Desakan agar polisi mengungkap pihak di balik kerusuhan juga disampaikan Komisioner Kompolnas Choirul Anam. "Peristiwa ini tidak hanya berdiri di tanggal 27 tapi juga kalau kita melihat apa yang dilakukan oleh Polda Metro misalnya di awal Agustus, ya atau akhir bulan Juli kemarin, yang menangkap beberapa orang yang diindikasikan menyebar hoaks ada kerusuhan di Jakarta bulan Agustus gitu-gitu," kata Anam. (timecode 8:27) Menurut Anam, rangkaian kejadian tersebut penting untuk disusun sebagai sebuah gambaran utuh sehingga dapat diketahui apakah terdapat pola tertentu di balik kerusuhan. Sementara itu, Pengamat Intelijen dan Keamanan UI Stanislaus Riyanta menilai pola massa yang berkumpul kemudian diikuti munculnya kelompok yang melakukan perusakan seharusnya menjadi perhatian aparat. "Ada biasanya polanya adalah ada unjuk rasa. Kemudian nanti ketika sudah bubar dia akan datang masa akan berkumpul sekitar magrib. Nah nanti jam sekitar jam 10. Jam 11.00 itu kemudian ada masa yang merusak ini yang melakukan kerusuhan. Polanya selalu seperti itu," kata Stanislaus. (timecode 11:37) Stanislaus menilai pola yang berulang semestinya dapat menjadi bahan evaluasi aparat agar kejadian serupa dapat dicegah dan tidak kembali terjadi. Produser: Yuilyana Thumbnail Editor: Noval #demo #27agustus Sahabat KompasTV, yuk gabung Membership dan dapatkan akses ke konten eksklusif! Klik tombol Join di sini: https://bit.ly/JoinMembershipKompasTV Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia. Subscribe channel youtube KompasTV serta aktifkan lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. Sahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui: website www.kompas.tv Facebook:   / kompastv   Instagram:   / kompastv   X: https://x.com/KompasTV Thread: https://www.threads.com/@kompastv TikTok:   / kompastv.indonesia