1 Raja-raja 3:1-15, Meminta dalam Ketaatan | eSH 09 Okt '26
Sahabat Santapan Harian
0:00 / 0:00
1 Raja-raja 3:1-15, Meminta dalam Ketaatan | eSH 09 Okt '26
133 просмотра · 2 нед. назад
Sahabat Santapan Harian
207 подписчиков
133 просмотра · 2 нед. назад
◾Artikel Renungan :
https://sabda.org/publikasi/e-sh/2026...
📞 0811 9910 377
◾Mari memberkati para hamba Tuhan dan narapidana di banyak daerah
melalui edisi Santapan Harian yang kami kirim secara rutin +/- 10.000 eks.
◾Kirim dukungan Anda ke: BCA 106.30066.22 Yay Pancar Pijar Alkitab
Jumat, 9 Oktober 2026
(Minggu ke-19 sesudah Pentakosta)
◾1 Raja-raja 3:1-15
◾Meminta dalam Ketaatan
Berbeda dengan kita yang mengajukan permintaan kita kepada Allah melalui doa. Salomo justru mendapat kesempatan untuk meminta apa pun dari Allah.
Meski sudah menjadi raja, Salomo menyadari bahwa ia membutuhkan pertolongan Allah untuk menghadapi bangsa Mesir dan memimpin bangsanya sendiri (1-3).
Ketika Allah menampakkan diri dan memberi Salomo kesempatan untuk meminta apa pun, Salomo menjawab bukan sebagai raja yang menaklukan rakyatnya dengan kekuasaan, melainkan hamba Allah yang mengalami kasih setia-Nya dan diangkat oleh-Nya untuk berada di tengah umat-Nya yang besar (4-8). Salomo tidak meminta kekayaan, melainkan hati yang penuh pengertian agar ia dapat menjadi hakim yang adil bagi umat Allah (9).
Berdasarkan permintaannya ini, Allah mengaruniakan kepadanya hati yang bijaksana (10-12). Bahkan, tidak hanya itu, Allah juga memberikan apa yang ia tidak minta, yakni kekayaan dan kejayaan yang tidak tertandingi di sepanjang zaman (13). Meski demikian,
Allah mengingatkan Salomo untuk hidup dalam ketaatan kepada Allah, sesuai kehendak dan ketetapan-Nya (14).
Saat Allah memilih dan mengutus kita untuk melakukan panggilan-Nya, Ia akan memberikan apa pun yang kita butuhkan menurut kehendak-Nya. Bahkan, Ia akan memberikan lebih dari apa yang kita harapkan. Di balik itu semua, Allah ingin kita taat kepada-Nya: menggunakan kebijaksanaan yang Ia berikan kepada kita untuk menaati perintah dan ketetapan-Nya.
Sebagai umat-Nya, kita diberi hak istimewa untuk dapat meminta apa pun yang kita butuhkan kepada Allah. Hendaklah kita memakai hak ini bukan untuk memenuhi kepentingan pribadi, apalagi membuat kita hidup dalam dosa. Ia ingin kita meminta sesuatu yang dapat membekali dan memperlengkapi kita dalam memenuhi panggilan-Nya, baik melalui pekerjaan, pelayanan, ataupun relasi kita dengan sesama.
Jadikan doa kita bukan permohonan untuk memenuhi kehendak kita, tetapi kehendak Allah! [MAR]