Перейти к содержимому

BREAKING NEWS : "UTM Jadi Tuan Rumah Kongres APSMBI 2026, Perkuat Kolaborasi 75 PTN Se Indonesia"

UTM TV OFFICIAL

0:00 / 0:00

BREAKING NEWS : "UTM Jadi Tuan Rumah Kongres APSMBI 2026, Perkuat Kolaborasi 75 PTN Se Indonesia"

192 просмотра · 2 дня назад
UTM TV OFFICIAL
4,38 тыс. подписчиков
192 просмотра · 2 дня назад
Surabaya — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menjadi tuan rumah Kongres Aliansi Program Studi Manajemen dan Bisnis Indonesia (APSMBI) Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Senin (19/10). Kegiatan yang mengusung tema “Kolaborasi, Inovasi, dan Sustainability dalam manajemen bisnis Indonesia” ini menjadi forum bagi anggota APSMBI untuk memperkuat kolaborasi antarprogram studi Manajemen di seluruh Indonesia sekaligus menentukan ketua APSMBI periode berikutnya. Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana, Yustina Crisnardani, S.Si., M.M. ia menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh delegasi dari 75 perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. Ketua APSMBI, Dr. Muhammad Ichsan Hadjri, S.T., S.M., M.M., menyampaikan harapannya agar APSMBI tidak hanya menjadi sebuah organisasi, tetapi juga berkembang sebagai wadah yang mampu melahirkan ruang dan inisiatif baru bagi para anggotanya. Sambutan Dr. Ulil Hartono, S.E., selaku Dewan Pengawas APSMBI, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan yang diberikan UTM kepada seluruh delegasi kongres. Ia berharap seluruh anggota APSMBI dapat terus berkembang dan meraih keunggulan bersama sesuai dengan tagline APSMBI, yakni “Unggul Bersama”. Sementara itu, Dekan FEB UTM, Prof. Dr. Sutikno, S.E., M.E., menyampaikan terima kasih kepada APSMBI yang telah mempercayakan UTM sebagai tuan rumah penyelenggaraan kongres tahun ini. Ia juga memaparkan capaian FEB UTM, yakni tiga program studi yang telah memperoleh akreditasi unggul, sementara program doktor masih menjadi bagian dari pengembangan selanjutnya. Memasuki sesi keynote speech oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Dr. Ramliyanto, S.P., M.P., ia menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendorong transformasi pembangunan. Ia menegaskan bahwa transformasi harus diwujudkan melalui kerja sama dan tindakan nyata, bukan berhenti pada diskusi atau perencanaan. “Gak cukup rembuk, tapi juga nyekrup,” ucap Ramliyanto. Kongres APSMBI 2026 tidak hanya diisi dengan persidangan, tetapi juga dirangkaikan dengan sejumlah agenda lanjutan pada Selasa (20/10). Agenda tersebut meliputi International Community Service, Seminar Internasional, serta penandatanganan kerja sama yang direncanakan berlangsung di lingkungan Universitas Trunodjoyo Madura. (Nri, Iqbl/Wyn, Glh)