Перейти к содержимому

Keberhasilan Konservasi Pari Manta di Lamakera ( Part 4 )

Elaem Flores 1

0:00 / 0:00

Keberhasilan Konservasi Pari Manta di Lamakera ( Part 4 )

216 просмотров · 4 года назад
Elaem Flores 1
6,46 тыс. подписчиков
216 просмотров · 4 года назад
Melihat Kehidupan masyarakat Lamakera Lamakera merupakan sebuah kampung nelayan di ujung timur Pulau Solor,Kabupaten Flores Timur,Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Wilayah Lamakera terdiri atas dua desa yakni Desa Motonwutun dan Desa Watobuku.Sejak dahulu nelayan Lamakera terkenal karena menombak ikan Pari Manta. Selain pari manta,nelayan Lamakera juga menombak ikan paus,lumba-lumba dan beberapa jenis pari lainnya. Nelayan Desa Motonwutun,Lamakera,Arifin Tawi mengaku sejak kecil sudah terbiasa menombak pari manta.Sejak ada larangan pemerintah dan terlibat dalam program yang ditawarkan Misool Baseftin,dirinya meninggalkan kebiasaan menombak pari manta. “Saya telah menyadari dan meninggalkan kebiasaan menombak pari manta.Saya bekerja di kapal lampara milik Koperasi Kera Murin.Kehadiran Misool Baseftin membantu kami yang kehilangan pendapatan karena tidak menangkap pari manta,” ucapnya. Arifin mengaku,selain menjual insang pari manta,daging pari manta pun dipotong berbentuk bulat dan dikeringkan.Harga jualnya pun lumayan bagus dan banyak dibeli. Sejak diterbitkan SK Menteri Kelautan dan Perikanan No. 4 tahun 2014 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Pari Manta, nelayan Lamakera pun perlahan mulai meninggalkan kebiasaan ini. LSM Misool Baseftin pun mulai melakukan pendampingan bagi masyarakat nelayan di Lemakera sejak tahun 2015.Berbagai tantangan dihadapi selama pendampingan.Setelah melakukan riset,pihaknya mengembangkan program perikanan berkelanjutan lewat program rumpon,keramba jaring apung dan kapal lampara. “Kami lakukan pembuatan 2 rumpon dan saat sedang proses pembuatan keramba jaring apung terjadi proses pemilihan kepala desa. Desakan masyarakat membuat kepala desa terpilih tidak menerima program kami,” kata Maria Yosefa Ojan,kepala kantor Misool Baseftin,FloresTimur, Senin (7/6/2021). Evi sapaannya menyebutkan,program rumpon,keramba jaring apun dan ekowisata pari manta pun tidak berjalan.Pembuatan kapal lampara pun terhambat.Tahun 2016 saat ada pertemuan akbar masyarakat Lamakera di Kupang,Misool Baseftin coba paparkan programnya. Berkat dukungan anggota DPR RI asal Lamakera,program yang sempat terhenti pun mulai dilaksanakan.Pembuatan kapal lampara dilanjutkan hingga ada sebuah kapal lampara yang dibantu kepada nelayan. Misool Baseftin pun mengalihkan program dengan membentuk koperasi nelayan Kera Murin.Koperasi ini memiliki aset kapal lampara,minimarket hingga pabrik es.Nelayan pun bisa meminjam dana di koperasi yang dikelola oleh masyarakat Lamakera. Untuk menjadi anggota koperasi,nelayan wajib menandatangani kesepakatan untuk tidak menangkap pari manta maupun menangkap ikan menggunakan bom.Perlahan nelayan mulai sadar dan meninggalkan kebiasaan ini. “Kami selalu diusir bahkan harus berpindah dari Desa Motonwutun ke Desa Watobuku.Saya bahkan menarik staf di lapangan karena kuatir akan keselamatan mereka,” ucap Evi. Kegigihian Misool Baseftin perlahan membawa keberhasilan. Nelayan Lamakera sudah tidak menombak pari manta.Namun tantangannya saat ini yakni bagaimana agar pari manta tidak terjaring pukat hanyut. “Masih ada pari manta yang terjaring pukat hanyut dan mati.Ini jadi pekerjaan rumah buat segenap pemangku kepentingan agar penangkapan pari manta bisa hilang,” ucapnya. Warga Lamakera,Mohammad Nastir Hasan, S.IP yang juga Pengurus Koperasi Nelayan Kera Murin yang dibentuk Misool Baseftin mengapresiasi kerja keras dari LSM ini. Kegigihan dalam pendampingan mengakibatkan perlahan –lahan nelayan Lamakera mulai meninggalkan kebiasaan menangkap pari manta.Kini tidak ada lagi nelayan yang menombak pari manta. Natsir mengakui,hadirnya koperasi nelayan menjadi solusi yang tepat dalam memberikan kesejahteraan bagi nelayan.Memang perlu berbagai pembenahan terutama dalam pengelolaan koperasi. “Kebiasaan menombak pari manta sudah tidak dilakukan lagi.Tantangannya kini yakni bagaimana agar pari manta tidak terjaring pukat hanyut yang menjadi alat tangkap nelayan.Ini jadi pekerjaan rumah bagi semua baik nelayan,pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat yang peduli akan konservasi pari manta,” ungkap Natsir. #video #viralvideo #flores #videos #kapalikan #nelayanntt #nelayanlamakera #kampungnelayan #kampunglamakera #lamakerasolortimur #parimanta #misool #misoolbaseftin #florestimur #florestimurntt