Pak Wali Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata
Halo Bandung
0:00 / 0:00
Pak Wali Ajak Warga Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata
67 просмотров · 8 дней назад
Halo Bandung
43,4 тыс. подписчиков
67 просмотров · 8 дней назад
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Menjadi Pembina Upacara Pengibaran Bendera Sang Merah Putih Kemerdekaan RI ke-81 Tingkat Kota Bandung dengan, Berlokasi di Lapangan Plaza Balaikota Bandung, Pada Hari Senin, 17 Agustus 2026
Upacara mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” dan dihadiri Wakil Wali Kota Bandung Kang Erwin, Sekda Kota Bandung Iskandar Zulkarnain, Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi, Forkopimda, jajaran kepala OPD, ASN, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para sesepuh Kota Bandung.
Dalam amanatnya, Pak Wali menyampaikan bahwa peringatan kemerdekaan bukan sekadar mengenang sejarah perjuangan para pahlawan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat tekad dalam menjaga persatuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan kerja keras dalam kehidupan sehari-hari.
Pak Wali menekankan bahwa kemerdekaan harus diwujudkan melalui pemenuhan hak dasar masyarakat. Pemerintah Kota Bandung berkomitmen memastikan seluruh anak mendapatkan hak pendidikan, masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa penolakan, serta seluruh warga dapat menikmati kehidupan kota yang aman, nyaman, adil, dan setara. Hal tersebut sejalan dengan visi RPJMD Kota Bandung hingga 2029, yakni Bandung Utama yaitu Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agamis.
Ia juga menegaskan pentingnya penguatan pelayanan dasar, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penanganan sampah, ketertiban dan keamanan, serta tata kelola pemerintahan yang bersih dan responsif. Pelayanan pemerintah, lanjutnya, harus dapat dirasakan seluruh masyarakat hingga tingkat kecamatan dan kelurahan dengan melibatkan partisipasi aktif pengurus RW dan RT.
Menurut Pak Wali, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi Forkopimda serta keterlibatan masyarakat melalui gagasan, kerja, maupun kritik menjadi bagian penting dalam membangun Kota Bandung.
Masyarakat juga diajak tidak hanya menilai apa yang telah dilakukan pemerintah, tetapi turut bertanya mengenai kontribusi yang dapat diberikan bagi Kota Bandung, Jawa Barat, dan Indonesia.
Dalam sesi doorstop, Pak Wali menjelaskan bahwa tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” diterjemahkan di Kota Bandung melalui penguatan kemandirian pelayanan publik, terutama pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan, serta layanan umum lainnya. Semangat kemandirian tersebut juga diterapkan dalam penanganan persoalan sampah.
Pemerintah Kota Bandung, bersama Kementerian Riset dan Teknologi serta Danantara yang diwakili CEO Sigit, tengah mempersiapkan pengembangan teknologi pengolahan sampah. Teknologi tersebut diharapkan mampu mengolah sampah dalam jumlah signifikan tanpa menimbulkan bau. Uji coba akan diawali melalui kick-off kerja sama dan dilaksanakan pada fasilitas pengolahan sampah.
Terkait bencana gempa di Nusa Tenggara Timur, Pak Wali menyampaikan duka mendalam kepada masyarakat terdampak. Pemerintah Kota Bandung menyatakan kesiapan memberikan bantuan dan akan terlebih dahulu menentukan bentuk bantuan yang paling memungkinkan untuk disalurkan secara maksimal. Mekanisme bantuan berpotensi menggunakan pola melalui BAZNAS Kota Bandung seperti yang pernah diterapkan dalam penanganan bencana di wilayah Sumatera Utara dan Aceh.
Pada momentum yang sama, Pak Wali turut menyoroti perkembangan penerbangan dari Kota Bandung. Terdapat 10 penerbangan yang dijadwalkan pada hari tersebut dan momen penerbangan bertepatan dengan pelaksanaan upacara, termasuk flying pass saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Pemerintah Kota Bandung akan mengevaluasi keberlanjutan penerbangan dalam sekitar dua bulan ke depan, termasuk aspek branding Kota Bandung serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung di sekitar bandara.