Masjid Menara Kudus: Sejarah Sunan Kudus dan Arsitektur Hindu-Islam
SeratusRibuMasjid
0:00 / 0:00
Masjid Menara Kudus: Sejarah Sunan Kudus dan Arsitektur Hindu-Islam
78 просмотров · 13 дн. назад
SeratusRibuMasjid
120 подписчиков
78 просмотров · 13 дн. назад
Bentuk menara Masjid Kudus langsung menarik perhatian karena menyerupai bangunan candi khas Jawa dari masa Hindu-Buddha. Keunikan ini jarang ditemukan di masjid lain di Jawa, dan hanya Masjid Menara Kudus yang mempertahankan bentuk candi secara utuh di bagian menaranya.
Bahan utamanya bata merah yang disusun rapi tanpa plester tebal, menjulang antara delapan belas hingga tiga puluh tiga meter, menghiasi langit Kota Kudus lebih dari empat ratus tahun. Relief floral dan geometris masih terlihat jelas di badan menara, dan gapura masuknya juga bergaya paduraksa yang menandai masa peralihan dari Hindu ke Islam.
Di balik bangunan itu berdiri sosok Sunan Kudus, nama aslinya Ja'far Shadiq, salah satu Wali Songo yang berdakwah di abad keenam belas. Alih-alih memaksa, ia menghormati adat setempat dan memilih dialog serta kesabaran. Pembangunan masjid yang diperkirakan dimulai sekitar tahun 1549 ini sengaja mengadaptasi bentuk candi sebagai jembatan budaya, mempertahankan unsur lama sebagai penghormatan tanpa kehilangan fungsi masjid: ruang salat, mihrab, dan orientasi kiblat yang tegas. Bedug dan kentongan, kolam wudhu khas, serta tata ruang Jawa melengkapi kompleks yang sampai kini tetap menjadi pusat ziarah dan dakwah. Subscribe buat profil masjid ikonik lainnya dari SeratusRibuMasjid, bagian dari SeratusRibuNetwork.