Перейти к содержимому

Intelijen AS Peringatkan Trump, Iran Geser Strategi Perang ke Hormuz seusai Fasilitas Nuklir Hancur

Tribunnews и INDONESIA LIVE UPDATE

0:00 / 0:00

Intelijen AS Peringatkan Trump, Iran Geser Strategi Perang ke Hormuz seusai Fasilitas Nuklir Hancur

12 677 просмотров · 3 недели назад
Tribunnews и INDONESIA LIVE UPDATE
12 677 просмотров · 3 недели назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Laporan intelijen militer Amerika Serikat mengungkap pergeseran strategi pertahanan Iran di tengah pertempuran yang makin sengit. Pemerintah Teheran kini mulai mengalihkan fokus strategis dari program nuklir ke penguasaan jalur energi vital di Selat Hormuz. Langkah ekstrem ini diambil seusai sejumlah fasilitas nuklir utama Iran hancur akibat gempuran udara Amerika Serikat dan Israel. Para Pemimpin Iran menilai kontrol penuh atas Selat Hormuz memberikan posisi tawar geopolitik jauh lebih efektif dibanding aset nuklir. Penutupan koridor maritim ini terbukti sukses melumpuhkan rantai pasok energi dunia dan mengguncang stabilitas ekonomi internasional. Namun, laporan intelijen memperingatkan Presiden Donald Trump bahwa operasi militer merebut Selat Hormuz sangat berisiko tinggi. Para pejabat militer AS menegaskan bahwa operasi maritim tersebut akan memakan waktu lama, berbiaya mahal, serta memicu banyak korban. Kapal perang Amerika Serikat berisiko tinggi menjadi sasaran empuk bagi rentetan rudal jelajah dan serangan gelombang drone Iran. Analisis intelijen AS ini didukung penuh oleh tiga pejabat Eropa dan dua pejabat Teluk yang menilai kemenangan mutlak mustahil dicapai. Meski demikian, Presiden Donald Trump dengan tegas menolak penilaian intelijen tersebut dan mengklaim penuh kendali atas Selat Hormuz. Lewat Truth Social pada Rabu (12/8/2026) Trump menyebut blokade Angkatan Laut AS sebagai "Dinding Baja" yang tak tertembus Iran. Trump menegaskan Washington akan terus menjalankan strategi pendekatan "low-key" melalui pengetatan sanksi dan tekanan inflasi Teheran. Di lain pihak, Iran tetap bersikukuh menguasai selat dan mengancam akan memberlakukan tarif pabean pada setiap kapal yang melintas. Rencana pungutan biaya tersebut langsung memicu reaksi keras dan penolakan tegas dari Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi. Dalam sambungan telepon dengan Presiden Masoud Pezeshkian, Takaichi mendesak pemulihan kebebasan navigasi tanpa biaya tambahan. Takaichi juga meminta Teheran menekan milisi Houthi agar menghentikan serangan berdarah terhadap kapal komersial di Bab el-Mandeb. Dinamika perselisihan Selat Hormuz ini dipastikan tetap menjadi sumbu utama penentu arah konflik perang AS dan Iran ke depan. Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Trump Ngotot Ingin Kontrol Selat Hormuz dan Singkirkan Iran, https://www.tribunnews.com/internasio.... Penulis: Choirul Arifin Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Intelijen AS : Iran Ubah Strategi! Tinggalkan Nuklir, Selat Hormuz Jadi Senjata Baru Lawan Trump, https://www.tribunnews.com/internasio.... Penulis: Namira Yunia Lestanti Editor: Facundo Chrysnha Pradipha