Pakar INDEF Peringatkan Risiko di Balik Pemotongan Pasokan Gas ke Singapura
KOMPASTV SORONG
0:00 / 0:00
Pakar INDEF Peringatkan Risiko di Balik Pemotongan Pasokan Gas ke Singapura
6 549 просмотров · 11 ч назад
KOMPASTV SORONG
104 тыс. подписчиков
6 549 просмотров · 11 ч назад
JAKARTA, KOMPAS.TV - Indonesia mengurangi pasokan gas ke Singapura sebesar 31 BBTUD, terdiri dari 15 BBTUD dari Natuna dan 16 BBTUD dari Sumatera.
Pemerintah menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari penataan pasokan gas nasional untuk memenuhi kebutuhan domestik, serta menegaskan pengurangan tersebut bukan dipicu konflik dengan Singapura.
Namun, kebijakan ini memunculkan pertanyaan mengenai kepastian kontrak, hubungan dagang, dan dampaknya terhadap investasi kedua negara.
Kepala Kajian Sektor Energi INDEF, Abra Talattov, menilai pemerintah perlu menjelaskan secara transparan dasar pengurangan pasokan dan memastikan realokasi gas tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap komitmen Indonesia dalam menghormati kontrak.
Ia juga mengingatkan potensi risiko ekonomi, termasuk kemungkinan retaliasi perdagangan dan investasi, jika kebijakan tersebut dinilai mengganggu kepastian usaha.
Di sisi lain, pemerintah perlu menghitung manfaat pengalihan gas bagi industri domestik, penghematan impor energi, serta kesiapan infrastruktur untuk menyerap tambahan pasokan.
Produser: Prayogi Haro
Editor: Novaltri