Перейти к содержимому

Netanyahu Buronan Penjahat Perang dengan Darah Arab-AS-Iran, Tanker Super Tabrak Ranjau di Hormuz

Bangka Pos Official

0:00 / 0:00

Netanyahu Buronan Penjahat Perang dengan Darah Arab-AS-Iran, Tanker Super Tabrak Ranjau di Hormuz

349 просмотров · 13 часов назад
Bangka Pos Official
794 тыс. подписчиков
349 просмотров · 13 часов назад
BANGKAPOS.COM - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melontarkan tuduhan keras terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Melalui unggahan di platform X pada hari Sabtu, Araghchi menyebut Netanyahu sebagai buronan penjahat perang dengan darah Arab, Amerika, dan Iran di tangannya. Mengutip Iran International pada (11/10), dia menegaskan bahwa pemimpin Israel tersebut sedang berusaha keras menghindari keadilan atas tindakan-tindakannya. Dalam tuduhannya, Araghchi juga menilai Netanyahu tega mengorbankan rakyatnya sendiri demi kepentingan pribadi. Pemimpin Israel itu bahkan disamakan dengan seorang penjudi bejat yang bertindak semakin nekat. Netanyahu dinilai sengaja menumpahkan lebih banyak darah warga serta memboroskan sumber daya milik Amerika Serikat. Langkah ekstrem tersebut diduga dilakukan semata-mata untuk menyelamatkan posisinya sendiri dari jeratan hukum. Araghchi menambahkan bahwa situasi ini membuat para Senator AS pun mulai mendesak agar negaranya segera menarik diri. “Netanyahu adalah buronan penjahat perang dengan darah Arab, Amerika, dan Iran di tangannya. Untuk menghindari keadilan, dia juga tidak mengindahkan rakyatnya sendiri. Seperti seorang penjudi yang bejat, dia mati-matian berusaha menyelamatkan dirinya sendiri dengan lebih banyak darah dan harta AS. Bahkan Senator AS pun ingin keluar,” tulisnya. Untuk memperkuat pernyataannya, Menlu Iran membagikan sebuah rekaman video di media sosial. Video tersebut menampilkan wawancara Avi Gil, mantan sekretaris militer Netanyahu, bersama Channel 12 Israel. Dalam wawancara itu, Avi Gil membongkar fakta bahwa Netanyahu sebenarnya telah menerima peringatan dini terkait potensi ancaman perang. Peringatan tersebut kabarnya sudah diterima Netanyahu jauh sebelum meletusnya serangan Hamas pada (7/10/2023). Namun, peringatan itu diduga diabaikan hingga memicu eskalasi konflik yang membendung pertumpahan darah lebih besar. Kritik tajam dari Iran ini semakin mempertegas ketegangan diplomatik serta sorotan internasional terhadap kepemimpinan Netanyahu. Subscribe now for more Bangka Pos videos: https://www.youtube.com/bangkaposoffi... Like Bangka Pos on Facebook:   / bangkapos   Do You Have Instagram, follow us:   / bangkapos_   Editor : Asif Barkhiya