Restorasi Ekosistem: Studi Kasus pada Lahan Bekas Tambang
Abdul Mutolib
0:00 / 0:00
Restorasi Ekosistem: Studi Kasus pada Lahan Bekas Tambang
7 просмотров · 10 дн. назад
Abdul Mutolib
1 подписчик
7 просмотров · 10 дн. назад
Dari Menanam Pohon ke Memulihkan Proses: Rancangan Restorasi Ekosistem Lahan Bekas Tambang 150 Hektare
Kenapa lahan bekas tambang sudah berkali-kali ditanami pohon, tetapi tetap gersang? 🌱
Video ini membahas studi kasus lahan bekas tambang seluas 150 ha yang gagal direvegetasi: hanya 35% tanaman yang bertahan hidup. Kondisi lahannya rusak berat:
🔹 tutupan vegetasi hanya 12%
🔹 tanah masam (pH 4,8)
🔹 bahan organik sangat rendah (C-organik 0,7%)
🔹 tanah padat (bulk density 1,65 g/cm³)
🔹 erosi mencapai 68 ton/ha/tahun, atau sekitar 10.200 ton tanah hilang setiap tahun
🔹 hanya 18 spesies tumbuhan
Hasil analisis menunjukkan masalah utamanya bukan kekurangan bibit, melainkan tanah yang sudah kehilangan fungsinya. Program sebelumnya hanya menghitung jumlah pohon yang ditanam, tanpa mencari tahu penyebab kerusakan.
📌 Isi video:
Diagnosis kerusakan lahan dan konsep ambang degradasi
Mengapa penanaman pohon sebelumnya gagal
Perbedaan rehabilitasi dan restorasi
Perbandingan empat alternatif solusi
Program restorasi lima tahap: diagnosis, kondisi referensi, tujuan, rencana tindakan, dan monitoring
Indikator keberhasilan dan peran masyarakat
💡 Strategi utama:
✅ Tahun 0–2: memperbaiki tanah dan mengendalikan erosi
✅ Tahun 2–5: membangun vegetasi dengan nukleasi terapan dan spesies pionir lokal
✅ Tahun 5–15: memperkaya jenis pohon menuju hutan alami
Pesan utamanya: keberhasilan restorasi diukur dari pulihnya proses ekologis, bukan dari jumlah pohon yang ditanam.
👤 Disusun oleh: Abdul Mutolib
🎓 Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto (2026)
📚 Rujukan utama: Gann et al. (2019), Prinsip dan Standar Internasional Restorasi Ekologis; Pratiwi et al. (2021); Whisenant (1999); Holl & Brancalion (2020).
#RestorasiEkosistem #LahanBekasTambang #EkologiRestorasi #Reklamasi #IlmuLingkungan #Unsoed #Lingkungan #Konservasi