FULL TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 181 Sena Jihan Dan Jaring Konpirasi Arman Andika
SENADA Sena Davina
0:00 / 0:00
FULL TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 181 Sena Jihan Dan Jaring Konpirasi Arman Andika
9 817 просмотров · 18 часов назад
SENADA Sena Davina
5,61 тыс. подписчиков
9 817 просмотров · 18 часов назад
FULL TERIKAT JANJI HARI INI EPISODE 181 Sena, Jihan, dan Jaring Konspirasi Arman: Di Balik Bayang-Bayang Rian.
Suasana riuh di sudut bandara terasa hampa bagi Sena yang terdiam kaku, pikirannya melayang menerobos batas kewarasan ketika bayangan seorang pria tiba-tiba melintas di hadapannya. "Rian... oh, laki-laki tadi punya jaket yang persis banget kayak punya Rian. Rambutnya, tingginya, cara jalannya juga persis lagi. Terus dia pakai motor plat nomor Jakarta B, berarti harusnya dia sudah tinggal lama dong di Jakarta. Pada tinggal di Jakarta, kenapa nggak... kenapa nggak masuk ke radar gue ya? Terus tadi mau ke mana lagi dia? Apa jangan-jangan dia mau ke rumah Mama? Gue tanya Mama aja kali ya," gumamnya dalam hati dengan dada yang bergemuruh penuh tanya. Tanpa pikir panjang, ia merogoh ponselnya dan segera mendial nomor sang ibunda yang langsung tersambung dari ujung sana. "Halo?" sapa Bu Vero tenang, yang langsung dibalas oleh Sena dengan nada tergesa, "Halo, Ma! Eh, Mama lagi di mana?" Direspons dengan jawaban tegas, "Di kampus, baru selesai ngajar. Kenapa?" Sena kembali mendesak, "Eh, Mama ada tahu kabar soal Rian?" Bingung, Bu Vero balik bertanya, "Rian?" Di mana Sena menegaskan, "Iya, Rian." Bu Vero menggeleng lewat suaranya, "Enggak, nggak ada. Kamu kenapa tiba-tiba kok tanya soal Rian? Ada kabar tentang Rian?" Suara Mama malah kedengaran bingung, batin Sena bergejolak, berarti Rian nggak ada hubungin Mama, dan berarti Rian nggak pergi ke rumah Mama. Bu Vero dari seberang menebak cemas, "Angga, kamu tahu Rian ada di mana?" Mending gua nggak usah bilang dulu ke Mama kalau gua lihat Rian, batin Sena menepis ragu. Suara Bu Vero kembali memanggil, "Halo, Angga? Kok kamu diam, Angga? Kamu ada update tentang Rian?" Dengan kikuk Sena mengelak, "Oh, nggak, Ma, nggak, nggak, eh... Aku cuman mau tanya aja, siapa tahu Mama dapat kabar soal Rian, makanya aku telepon." Bu Vero menegaskan kembali, "Nggak, nggak ada. Kenapa kamu tiba-tiba tanya soal Rian?" Sena mencoba menutupi kegugupannya, "Nggak apa-apa, Ma, pengen tahu update-nya aja, siapa tahu Mama lebih update daripada aku kan." Namun Bu Vero menampik tegas, "Nggak ada, nggak ada update apapun. Mama kan udah tanya hampir semua teman-teman Rian, mereka bilang udah lama nggak kontak sama Rian. Angga, tadi waktu mama ngajar di kelas, papa kamu telepon, katanya kenapa kamu belum datang juga?" Sontak mata Sena membelalak lebar, astaga, gue kan harus jemput Papa ya! Dengan panik ia berucap, "Ma, ini aku memang udah di bandara kok. Aku telepon Papa dulu ya, maaf-maaf, assalamualaikum." Bu Vero menutup panggilan dengan lembut, "Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." Terlambat 15 menit lagi gue mampus! maki Sena dalam hati sambil langsung menyambungkan sambungan baru, "Halo, Pa? Pa, maaf aku terlambat. Aku udah di bandara, Papa di mana? Oke, aku ke lounge sebentar ya, Pa."
Jauh dari keramaian bandara, di dalam sebuah mobil yang terparkir di area Plaza Astoria, Jihan merasakan dunianya berputar hebat akibat migrain yang tak tertahankan. "Bukannya membaik, malah tambah pusing, kenapa ya?" rintihnya pelan sebelum akhirnya memutuskan menghubungi Reza. Panggilan terangkat cepat, di mana suara Reza terdengar ramah, "Halo, Mbak Jihan? Ini saya udah nyampe di parkiran Plaza Astoria, Mbak. Mbak Jihan di mana ya?" Jihan mendesis lemah, "Eh, saya di mobil, saya parkir samping mall ya." Reza mengonfirmasi, "Samping mall? Oh, baik-baik, Mbak, saya ke situ ya." Jihan menjawab, "Iya." Tak lama berselang, Reza menyusuri jejeran kendaraan hingga matanya menangkap sosok mobil yang dicari, "Samping mall... nah, ini dia mobilnya, Mbak." Reza menghampiri jendela kemudi dan bertanya penuh perhatian, "Gimana, Mbak? Masih pusing?" Jihan mengangguk lemah, "Iya nih, Mas, saya malah tambah pusing, nggak tahu kenapa. Terima kasih ya udah datang bantuin saya. Kamu emang hari ini nggak kerja?" Reza tersenyum tipis, "Saya lagi WFH, Mbak, makanya saya bisa ke sini." Jihan memohon dengan sisa tenaganya, "Kamu bisa anterin saya pulang kan?" Reza mengangguk meyakinkan, "Bisa, Mbak, kerjaan saya udah beres. Mbak, cuman duduk di belakang aja biar lebih enak, saya supirin ya? Bentar, Mbak, saya bukain pintu belakang, bisa nggak?"
#terikatjanjihariini #terikatjanjifullepisode #trailerterikatjanji