Перейти к содержимому

Diskusi Sengit, Prabowo Berikan Jempol ke Mentan Amran, Tampilkan Data Fakta dan Nyata

Tribun Bengkulu

0:00 / 0:00

Diskusi Sengit, Prabowo Berikan Jempol ke Mentan Amran, Tampilkan Data Fakta dan Nyata

36 644 просмотра · 4 часа назад
Tribun Bengkulu
668 тыс. подписчиков
36 644 просмотра · 4 часа назад
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna bertajuk Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri, Kamis (21/10/2026). Dalam sidang tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memaparkan data mengenai cadangan beras nasional, kesejahteraan petani, ekspor pertanian, hingga rencana perluasan lahan untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia. Dalam paparannya di hadapan Presiden, Amran menyebut cadangan beras Indonesia mencapai 4,56 juta ton pada Oktober 2026. Ia juga menjelaskan bahwa ketersediaan pangan nasional tidak hanya berasal dari stok di gudang, tetapi turut ditopang oleh tanaman yang sedang tumbuh dan pasokan dalam rantai distribusi. “Di gudang 4,5 juta ton, total 25 juta ton,” ujar Amran. Ia menjelaskan, kebutuhan beras nasional diperkirakan mencapai 2,5 juta ton per bulan. Berdasarkan perhitungan yang disampaikannya, ketersediaan pangan sebesar 25 juta ton setara dengan kebutuhan selama sekitar 10 bulan. “Artinya apa? Kalau 25 juta ton bagi 2,5 itu 10 bulan, sampai bulan Juli tahun depan stok kita aman,” katanya. Amran Sebut Nilai Tukar Petani Capai 131 Dalam kesempatan tersebut, Amran turut menyoroti peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP), yang menjadi salah satu indikator untuk melihat perkembangan daya beli petani. Ia menyebut NTP telah mencapai angka 131. Menurut Amran, peningkatan tersebut berkaitan dengan kebijakan pemerintah menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen dan menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah. “Karena kebijakan Bapak Presiden harga pupuk turun 20 persen dinikmati 115 juta petani Indonesia,” ujar Amran. Ia juga menyampaikan bahwa kenaikan HPP dan penurunan harga pupuk menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat sektor pertanian nasional. Ekspor Pertanian Meningkat, Impor Disebut Turun Amran kemudian memaparkan perkembangan perdagangan sektor pertanian. Ia menyebut nilai ekspor pertanian meningkat Rp166 triliun, sedangkan impor turun Rp41 triliun. Menurut perhitungan yang disampaikan dalam sidang kabinet, perubahan tersebut menghasilkan nilai tambah sekitar Rp208 triliun. Amran mengaitkan perkembangan tersebut dengan kebijakan pemerintah di sektor pertanian, terutama penurunan harga pupuk dan kenaikan HPP gabah. Meski demikian, rincian angka tersebut perlu dilihat berdasarkan periode pembanding dan data perdagangan yang digunakan pemerintah. Pemerintah Siapkan Lahan hingga 2 Juta Hektare Dalam pemaparan berikutnya, Amran mengungkapkan rencana pengembangan lahan mineral dan rawa mineral untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan peta lahan seluas 2 juta hektare. Pada tahap awal, Kementerian Pertanian bersama TNI dan Menteri Pertahanan telah membahas penggarapan lahan seluas 500.000 hektare. Menurut Amran, lahan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai komoditas pangan sesuai kebutuhan, seperti beras, jagung, dan kedelai. Ia juga menyampaikan bahwa pengembangan lahan tersebut ditujukan untuk memperkuat kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan pangan penduduk pada masa mendatang. Dalam sesi tersebut, Prabowo memastikan bahwa lahan yang dibahas bukan untuk produksi etanol. “Bukan untuk etanol, ya?” tanya Prabowo. “Etanol lain, Bapak Presiden,” jawab Amran. Prabowo kemudian meminta penegasan mengenai status lahan yang akan dikembangkan. Amran menjelaskan bahwa lahan tersebut merupakan rawa mineral, bukan gambut. Presiden juga menegaskan bahwa pengembangan produksi pangan tidak boleh dilakukan dengan membuka hutan primer. “Jadi kita tidak akan buka hutan primer untuk produksi pangan kita selanjutnya, kita tidak perlu buka hutan primer,” kata Prabowo. Amran menyatakan kesiapannya mengikuti arahan tersebut. Prabowo kemudian merespons singkat, “Bagus.” Amran Ungkap Persoalan Harga Telur dan Beras Selain membahas stok dan produksi pangan, Amran menyoroti kondisi harga sejumlah komoditas di tingkat peternak dan konsumen. Ia menyebut adanya kondisi ketika produksi telur melimpah dan pasokan disebut surplus, tetapi harga di tingkat peternak justru turun. Sementara itu, menurut paparannya, harga telur di tingkat konsumen masih melampaui harga eceran tertinggi (HET). Baca Berita Lengkap : https://bengkulu.tribunnews.com/ Editor Video: Muhammad Maulana Ahmad Al H Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru. Baca berita di ------- http://bengkulu.tribunnews.com/ Follow Instagram ---------   / tribun_bengkulu   Like fanspage ---------   / tribunbengkulu