Перейти к содержимому

SBY Minta Prabowo Pulihkan Etika Politik, Singgung Situasi Politik yang Kian Liar

TribunnewsWIKI Official

0:00 / 0:00

SBY Minta Prabowo Pulihkan Etika Politik, Singgung Situasi Politik yang Kian Liar

22 743 просмотра · 21 ч назад
TribunnewsWIKI Official
518 тыс. подписчиков
22 743 просмотра · 21 ч назад
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, meminta Presiden Prabowo Subianto memulihkan etika kenegaraan dan menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. SBY mengaku prihatin melihat kondisi perpolitikan Indonesia yang dinilainya semakin liar. Ia menyoroti praktik politik yang seolah menghalalkan segala cara demi mendapatkan kekuasaan. Melalui akun X miliknya, Rabu 4 November 2026, SBY juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masyarakat yang bisa merasa takut dan tidak tenteram di negaranya sendiri. SBY pun meminta Prabowo mengambil langkah untuk mengembalikan marwah demokrasi. Menurutnya, pemulihan politik yang berkeadaban merupakan panggilan sejarah sekaligus amanah rakyat. Pernyataan SBY muncul di tengah sorotan publik terhadap kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyasar komunikasi Presiden Prabowo dan sejumlah pejabat negara. Bareskrim Polri telah menetapkan tiga perwira tinggi kepolisian sebagai tersangka, yakni mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Irjen Ahrie Sonta Nasution, dan Irjen Eko Hadi Santoso. Sementara Irjen Slamet Uliandi masih berstatus sebagai saksi. Kabareskrim Polri Komjen Asep Safrudin mengungkapkan, dugaan penyadapan berlangsung pada 2025 hingga 2026. Nomor telepon sejumlah pejabat, politikus, jurnalis, aktivis, hingga pengusaha diduga dimasukkan ke sistem LIMS tanpa prosedur verifikasi dan tanpa dasar penegakan hukum. Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul SBY Soroti Kasus Penyadapan, Prihatin Politik Kian Liar, Dorong Prabowo Pulihkan Etika Kenegaraan, https://www.tribunnews.com/nasional/7.... Penulis: Fersianus Waku Editor: Muhammad Zulfikar Program: TribunnewsWiki Editor: Dandi Bahtiar Uploader: Bintang Nur Rahman