Kenapa Kita Sering Merasa Tertinggal dan Gagal?
Heuraclius
0:00 / 0:00
Kenapa Kita Sering Merasa Tertinggal dan Gagal?
11 396 просмотров · 2 нед. назад
Heuraclius
5,47 тыс. подписчиков
11 396 просмотров · 2 нед. назад
Setiap kali kalender mendekati bulan November dan Desember, ada perasaan aneh yang pelan-pelan menyelinap ke dada kita. Bukan sekadar lelah fisik karena rutinitas setahun penuh, melainkan semacam rasa panik yang sunyi. Kita melihat resolusi yang ditulis di bulan Januari, lalu merasa belum menjadi apa-apa. Kita memandang pencapaian orang lain di media sosial, lalu merasa tertinggal jauh di belakang.
Tapi apakah waktu memang berjalan terlalu cepat, atau cara kita memandang waktu yang keliru?
Di video ini, kita mengupas tuntas psikologi di balik end-of-year anxiety dan rasa bersalah karena belum cukup produktif. Kita membedah riset Wharton School tentang ilusi kalender (Fresh Start Effect), konsep Productivity Dysmorphia karya Anna Codrea-Rado, riset Oliver Burkeman tentang rentang hidup 4.000 minggu, serta solusi filsafat dari Lucius Seneca (De Brevitate Vitae) dan profesor MIT Kieran Setiya tentang paradoks aktivitas telic vs atelic.
Bagaimana perasaanmu setiap kali mendekati akhir tahun? Apakah kamu sering merasa waktu terbuang sia-sia meskipun sudah bekerja keras? Tuliskan refleksimu di kolom komentar.
CHAPTER
00:00 Kenapa Menjelang Akhir Tahun, Kita Merasa Tertinggal?
02:15 Permainan Ilusi Kalender (Wharton School)
04:49 Penyakit Tidak Pernah Cukup (Productivity Dysmorphia)
07:40 Tragedi Menunda Hidup di Kota Roma (Lucius Seneca)
10:27 Jebakan Telic: Krisis Usia 35 Tahun (Kieran Setiya)
14:16 Paradoks Efisiensi yang Menipu Kita (Oliver Burkeman)
16:40 Berdamai dengan Waktu yang Mengalir
Kalau kamu menyukai pembahasan mendalam tentang psikologi perilaku dan filsafat kehidupan seperti ini, klik tombol subscribe dan aktifkan loncengnya.
Heuraclius, Sekolah Kehidupan.
#psikologi #selfimprovement #produktivitas #filsafathidup