Перейти к содержимому

Dua Gilak si Tabuh Galak [4K] – Gilak Anyar dan Gilak Jagul

Ni Cie Dna

0:00 / 0:00

Dua Gilak si Tabuh Galak [4K] – Gilak Anyar dan Gilak Jagul

3 558 просмотров · 8 дней назад
Ni Cie Dna
174 подписчика
3 558 просмотров · 8 дней назад
00:00 – Gilak Anyar 02:09 - Transisi 02:21 – Gilak Jagul Dalam gamelan Gong Kebyar Bali, istilah “gilak” merujuk pada komposisi yang merepresentasikan energi yang gagah, tegas, dinamis, dan bersemangat. Keras. Karenanya, struktur ritme tetabuhan gilak hampir selalu digunakan dalam mengiringi sesuatu yang bersifat maskulin. Semisal komposisi Gilak Baris sebagai pengiring Tari Bari (tarian prajurit) dan prosesi Baleganjur—gamelan berjalan yang awalnya digunakan sebagai penyemangat pasukan perang. Secara teknis, gilak adalah salah satu pola siklus ketukan tetap atau metrum. Dalam studi pengamatannya selama bertahun-tahun kurun 1920 hingga 1930-an, etnomusikolog Belanda Jaap Kunst menemukan kekhasan pada masik karawitan atau gamelan di Indonesia (Jawa, Sunda, dan Bali). Pola ketukannya yang berbasis siklikal (melingkar, siklus) sangat berbeda dari struktur birama musik klasik barat yang linear. Karena tak ada kata yang pas dalam terminologi musik barat, ia meracik istilah baru untuk pola musik gamelan nusantara itu. Ia mengadopsi kata dari bahasa Yunani kuno “kolo” (bagian atau klausa) dan “tomic” (memotong, membagi). Lahirlah istilah “struktur kolotomik” untuk menjelaskan pola dasar musik gamelan. Dalam perjalanannya, pisau analisis terhadap gamelan itu ternyata juga dapat dipakai untuk mengurai musik tradisional Jepang dan Thailand. Gilak sendiri merupakan salah satu struktur kolotomik gong kebyar yang paling pendek. Didasarkan pada pola siklus delapan ketukan. Siklus ini umumnya diakhiri (sekaligus sebagai awal siklus baru oleh gong dan kempli). Tetabuhan gilak menjadi agresif, bertenaga, dan menguras rasa karena paruh terakhirnya (ketukan ke-4 hingga 8) padat oleh penekanan-penekanan suara atau aksentuasi. Kempur dan kempli bersahut-sahutan ketat ditutup oleh gong. Kepadatan ini yang membedakan gilak dengan pola bapang yang sama-sama berstruktur melingkar delapan ketukan. Bapang memosisikan bunyi kempur dan gong-nya dalam jarak lebih longgar. Sehingga tersedia ruang bagi melodi untuk bergerak lebih lincah dan berayun. Dalam video kali ini, komposisi pertama adalah Gilak Anyar, sebuah aransemen melodi baru berbasis metrum gilak. Komposisi kedua adalah Gilak Jagul. Sebuah variasi gilak yang memiliki gaya pukulan kendang yang tegas. Jagul berarti menyengat atau memukul dengan tegas. Kedua tabuh dimainkan oleh para siswa sanggar kesenian Bali LKB Saraswati Jakarta pada dua kesempatan dan waktu yang berbeda. Komposisi pertama: Gilak Anyar. Siswa penabuh: Ni Nyoman Kinnara Nareswari, Ni Luh Indhira Pradnyaswari, I Dewa Ayu Mirah Laraswati, Hillary Kenindra Nareswari, Ni Putu Gita Gayatri, Putu Pradnya Sahadewi, Berlianar Finda Aufaa L, Gusti Ayu Renata. Guru Tabuh: I Ketut Budiyasa Acara: Pujawali Pura Dharma Penataran Agung Kertabhumi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Waktu: 17 Oktober 2024 Komposisi kedua: Gilak Jagul. Guru Tabuh: I Ketut Budiyasa Acara: Uji pentas Sanggar LKB Saraswati, Gedung Kesenian Jakarta, Oktober 2023.